Logo Header Antaranews Jogja

Ratusan warga ikuti upacara adat "Labuhan Merapi"

Sabtu, 31 Mei 2014 12:42 WIB
Image Print
Prosesi "Labuhan Merapi" di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto Antara/Noveradika)

Sleman (Antara Jogja) - Ratusan "abdi dalem" bersama masyarakat umum antusias mengikuti puncak rangkaian upacara adat Labuhan Gunung Merapi yang merupakan Hajat Dalem Kraton Ngayogyakarto Hadininingrat, Sabtu di Bangsal Srimanganti, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Prosesi labuhan Gunung Merapi ini dipimpin langsung oleh Juru Kunci Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo dari Pendopo Argo Merapi yang merupakan petilasan Rumah Mbah Maridjan, sekitar pukul 06.00 WIB.

Prosesi diawali dengan doa di depan "uba rampe" yang telah disemayamkan di Pendopo Argo Merapi Dusun Kinahrejo atau petilasan rumah Mbah Maridjan dan kemudian diarak serta dilabuh di Bangsal Srimanganti.

Ratusan abdi dalem dan masyarakat ini mengikuti prosesi upacara adat labuhan dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar dua kilometer atau dua jam berjalan kaki hingga di Bangsal Srimanganti.

Ikut menyertai `uba rampe` labuhan yakni kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung setelah selesai upacara labuhan.

Para peserta yang mengikuti labuhan ini sangat antusias untuk mendapatkan "lorotan" berupa nasi serundeng dan suwiran daging ayam yang sebesar kepalan tangan tersebut.

"Labuhan Gunung Merapi memiliki makna ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat berupa perlindungan keselamatan dan kesejahteraan," kata Kliwon Surakso Hargo.

Selain itu, Labuhan Gunung Merapi ini sekaligus sebagai simbol menjaga keselarasan hidup manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

"Upacara adat ini dihelat sebagai bagian dari rangkaian pengetan jumenengan dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X yang jatuh pada 29-30 Rejeb," katanya.

Sedangkan "uba rampe" yang dilabuh tersebut meliputi Sinjang Limaran, Sinjang Cangkring, Semekan Gadung, Semekan Gadung Mlati, Peningset Udaraga, Seswangan, Seloratus Lisah Konyoh, Kembang Setaman, Yotro Tindih, Destar Doromuluk, dan lainya.

"Labuhan Merapi kali ini tetap digelar dengan sederhana dan tata cara pelaksanaannya juga tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," katanya.

Upacara adat labuhan alit tahun ini selain dilaksanakan di Gunung Merapi juga di Pantai Parangkusumo, Bantul dan Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026