
Pemkab kembangkan ekonomi kerakyatan hadapi pasar bebas

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun ekonomi kerakyatan dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas 2015.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu mengatakan sulit bagi daerahnya untuk menandingi kemajuan teknologi produksi di berbagi sektor, baik pangan maupun non-pangan negara-negara Asia yang kemudian akan memasuki pasar bebas (AFTA) yang tinggal lima bulan lagi.
"Untuk itu, kami akan memerangi teknologi tersebut dengan ideologi, yaitu membela Indonesia dengan membeli produk Indonesia dalam area kami di Kulon Progo, maka kami terjemahkan dalam bentuk gerakan "Bela dan Beli Kulon Progo"," katanya.
Untuk mewujudkan gerakan "Bela dan Beli Kulon Progo", kata Hasto, pemkab melakukan inovasi produk telah wujudkan di antaranya adalah batik khas Kulon Progo yakni Gebleg Renteng, air mineral PDAM yang beri nama Air-ku, produk gula merah (gula semut) yang telah disertifikasi organik dan indikasi geografi, paving andesit, melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog untuk mewujudkan beras daerah pengganti beras miskin impor.
Selain itu, lanjut Hasto, pemkab juga mengembangkan padi lokal Kulon Progo yaitu padi melati yang ada di Menoreh atau dikenal Menur, yang saat ini sudah sampai pada tahap pemurnian kedua.
Produk lain yang siap menunjang kemandirian bidang ekonomi adalah teh dan kopi Suroloyo.
"Padi ini akan kami jadikan varietas baru asli Kulon Progo dan akan diolah menjadi beras organik premium, dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan untuk mengantisipasi impor produk premium dari luar di 2015 nanti," kata Hasto.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kulon Progo Muhyadi mengatakan pemkab harus memberikan pendampingan khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dalam menghadapi pasar bebas.
Menurut Muhyadi pelaku UMKM merupakan ujung tombak dalam persaingan bebas. Untuk itu, perlu ada langkah kongkrit dari pemkab melakukan pembekalan dan menyiapkan produk lokal supaya diminati masyarakat Asia.
"Perdangan bebas ASEAN tinggal menghitung hari, pelaku UMKM perlu dilingdungi dan didorong melakukan inovasi dalam menghadapi pasar bebas," kata Muhyadi.
(.KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
