
Sleman dikunjungi 398.589 wisatawan selama libur Natal

Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Sleman (Antara Jogja) - Berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 398.589 wisatawan selama libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 .
"Jumlah tersebut melampaui target sebesar 122,64 persen dari angka yang ditetapkan sebanyak 325.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Selasa.
Menurut dia, pencapaian tersebut dicatat selama 15 hari sejak 21 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015.
"Hal ini cukup menggembirakan, meskipun ternyata selama liburan tersebut banyak terjadi turun hujan. Ini tentu memberikan pengaruh yang positif terhadap angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman." ucapnya.
Ia mengatakan, penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke objek wisata Kaliurang sebanyak 61.676 wisatawan yang meliputi Taman Nasional Gunung Merapi/ TNGM 11.501, Taman Rekreasi Anak 5.071, Jeep Wisata Kaliurang 8.561 dan Museum Ullen Sentalu 4.672 wisatawan.
"Kemudian `Volcano Tour Cangkringan` 21.999, Candi Prambanan 218.455 yang terdiri 211.230 wisnus dan 7.225 wisman, Candi Ratu Boko 12.941 (12.770 wisnus dan 171 wisman), Monumen Jogja Kembali 39.257, Museum Gunungapi Merapi (MGM) 20.922, Museum Affandi 2.215 (2.079 wisnus 136 wisman)," paparnya.
Ayu mengatakan, kunjungan ke desa wisata sebanyak 9.607 wisatawan, yang diantaranya berkunjung ke desa wisata Pulesari 8.435(termasuk pengunjung dalam agenda pentas seni dalam upacara adat Pager Bumi), Pentingsari 433, Tanjung 287, Gamplong 150, dan Grogol 300 wisatawan.
"Dari data kunjungan tersebut Candi Prambanan, Kaliurang dan Volcano Tour Cangkringan, masih menjadi destinasi unggulan, disusul Monjali, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan desa wisata," tuturnya.
Pada tahun, kata dia, ini beberapa desa wisata sudah menjadi alternatif pilihan yang cukup menakjubkan angkanya.
"Ke depan diharapkan desa wisata akan lebih banyak lagi menarik wisatawan baik untuk aktivitas `live-in`, `outbond` maupun aktivitas belajar seni dan budaya lokal setempatn," ujarnya.
V001
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
