Jalur pendakian Merapi segera dibuka

id pendakian

Jalur pendakian Merapi segera dibuka

Jalur pendakian Gunung Merapi lewat Selo, Boyolali,Jawa Tengah (Foto Antara)

Sleman (Antara Jogja) - Taman Nasional Gunung Merapi segera membuka kembali jalur pendakian Gunung Merapi melalui Selo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setelah penanaman ratusan bibit pohon di lereng Merapi selesai.

"Kemungkina jalur pendakian siap kembali dibuka pada 16 Maret, setelah selesai penanaman bibit tanaman," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNGM Asep Nia Kurnia di Sleman, Minggu.

Menurut dia, setelah dibuka kembali, para pendaki diimbau untuk menjaga lingkungan sepanjang jalur pendakian dan tidak merusak bibit pohon yang ditanam.

"Utamanya, para pendaki tidak lagi meninggalkan sampah baik di sepanjang jalur maupun di pos akhir Pasar Bubrah, dan selalu menjaga alam atau ekosistem yang ada," katanya.

Ia mengatakan, program pengembalian ekosistem yang dilakukannya di jalur pendakian sudah selesai. Wisatawan atau pengunjung dapat kembali menikmati alam dengan melakukan pendakian di jalur yang telah ada.

"Pengunjung atau pendaki harus mematuhi peraturan yang ada. Selalu lapor dan koordinasi dengan petugas pos, memantau setiap perkembangan cuaca, dan melakukan persiapan fisik.

"Jangan corat-coret dan selalu menjaga alam. Serta hormati budaya lokalnya," katanya.

Jalur pendakian Gunung Merapi melalui Selo, Boyolali sejak 16 Februari ditutup sementara karena untuk mengembalikan ekosistem yang ada.

TNGM telah menanam sekitar 250 bibit tanaman Puspa serta Bambu di sepanjang jalur pendakian.

Asep mengatakan, tanaman jenis Puspa ini dipilih karena merupakan endemik Gunung Merapi. Ketika nantinya terkena awan panas atau lahar, meski tumbang, akan mudah kembali tumbuh.

"Sedangkan bambu, jenis tanaman ini bisa memperkuat titik-titik tebing yang rawan longsor," katanya.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso mendeteksi terjadinya longsor di lereng Gunung Merapi pada pertengahan Januari lalu.

"Longsoran terdeteksi di sebelah utara. Namun bukan karena aktivitas gunung, tetapi longsoran terjadi akibat cuaca," katanya.

Menurut dia, penutupan jalur pendakian sementara ini memang karena sedang ada program penghijauan oleh TNGM. Yang merupakan pemilik kawasan.

"Kalau untuk rekomendasinya, saat ini hanya diperbolehkan melakukan pendakian sampai Pasar Bubrah saja," katanya.

Ia mengatakan, pendaki diharap untuk tidak sampai ke puncak karena dalam radius satu hingga dua kilometer dari titik tersebut, sangat berbahaya.

"Sewaktu-waktu bisa terjadi embusan atau letusan freatik yang sulit terdeteksi," katanya.
V001

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.