
Sultan tebar perdana benih Iptekmas Ugadi

Sleman, (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, melakukan penebaran perdana bibit udang galah Iptekmas di Kelompok Petani Ikan Mino Ngelo Sembada, Ngelo, Harjobinangun Pakem, Sleman, Kamis.
Penebaran benih udang galah jenis GI Macro II dilakukan Sri Sultan HB X bersama Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan RI dan Bupati Sleman Sri Purnomo.
Sultan mengatakan, dengan metode ugadi (udang dan padi) ternyata mampu meningkatkan pendapatan petani, karena disamping hasil padi lebih besar dibanding dengan sistem penanaman yang biasa, tetapi juga mampu menghasilkan komoditi jenis lain yaitu udang galah.
"Kalau saja petani mengembangkan sistem tersebut maka pendapatan petani akan lebih besar dan mampu mencukupi kebutuhan hidupnya," katanya.
Pada kesempatan tersebut Sultan juga mengharapkan agar sistem ugadi dikembangkan di Kecamatan Minggir, Sleman, bahkan kalau mungkin 50 hektare.
"Kecamatan Minggir potensi airnya cukup besar dan lahan pertaniannya masih cukup luas," katanya.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr Ir Achmad Purnomo, M.AppSc menyampaikan bahwa penelitian Ugadi mulai 2011, sebagai contoh dengan lahan yang 1.000 meter persegi mampu menghasilkan udang Galah satu kuintal dan apabila ditebari Ikan nila mampu menghasilkan tiga kuintal.
"Sementara padi yang dihasilkan mencapai 6-7 kuintal, yang jelas hasil padi lebih banyak satu kuintal dibanding dengan sistim tanam biasa. Udang galah sendiri telah direlease pada 2014, yang merupakan bibit unggul," katanya.***1***
(U.V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
