
Disbuparpora: objek wisata Menoreh siap terima wisatawan

Kulon Progo (Antara Jogja) - Objek wisata di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menerima kunjungan wisatawan, kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Krissutanto.
Krissitanto di Kulon Progo, Minggu mengatakaan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) DIY pernah menanyakan kesiapan Pemkab Kulon Progo menyambut limpahan wisatawan dari Gunung Kidul.
"Kami menyatakan siap menerima kunjungan wisatawan berapapun juga. Objek wisata di Kulon Progo tidak kalah bagus dengan objek wisata di Gunung Kidul, khususnya di Perbukitan Menoreh yang menawarkan keindahaan alam dan wisata perkebunan teh," kata dia.
Saat ini, kata dia, kunjungan wisatawan di Perbukitan Menoreh yang dikelola oleh desa wisata dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setiap bulannya meningkat.
Ia mengatakan Pemkab Kulon Progo melalui lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Disbudparpora, dan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) bekerja sama membangun sarana dan prasarana untuk mendukung pariwisata.
DPU membangun infrastruktur jalan dan prasarana lainnya, Dispertan menyiapkan agrowisata berbasis pertanian dan Disbudparpora menyiapkan sumber daya manusia (SDM), desa budaya hingga promosi wisata.
Ia mengatakan pemkab melalui Bedah Menoreh berupaya menyeimbangkan program pembangunan wilayah utara, tengah dan selatan. Bedah Menoreh sendiri sebagai upaya membuka akses ekonomi di Kecamatan Girimulyo, Kokap, Kalibawang, Samigaluh, melalui wisata berbasis agrowisata dan budaya.
Rencananya, Bedah Menoreh dilaksanakan dengan membangun infrastruktur berdasarkan klaster-klaster. Klaster pertama dimulai dari pembangunan jalan Bendo - Sendangsono-Suroloyo yakni wisata alam, religi dan budaya. Klaster kedua pembangunan infrastruktur dari Suroloyo - Tritis - Nglinggo yakni menyuguhkan keindahan kebun teh dan kopi. Klaster ketiga pembangunan infrastruktur Gua Kiskendo - Grojogkan Sewu - Kembang Soka - Tuk Mudal - Gunung Lalang serta lainnya seperti akses menuju Gunung Kelir dan Sermo - Gunung Agung.
"Sejak dua tahun terakhir, program Bedah Menoreh dilaksanakan secara bertahap. Kami secara bersama-sama membuka akses Perbukitan Menoreh yang menyimpan keindahan dapat dinikmati masyarakat umum," kata dia.
Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono meminta pemkab mempercepat program Bedah Menoreh. Menurutnya, pemkab dapat menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) baik digununakan untuk pembangunan infastruktur jalan dan pemberdayaan kebudayaan lokal hingga kegiatan-kegiatan kebudayaan.
"Pemkab seharusnya segera meminta pengarahan petunjuk teknis penggunaan Danais untuk program Bedah Menoreh," kata Ponimin.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
