
PMI gencarkan donor darah massal antisipasi puasa

Yogyakarta (Antara Jogja) - Palang Merah Indonesia Yogyakarta mulai menggencarkan kegiatan donor darah massal ke sejumlah lembaga pemerintah, swasta dan sekolah sebagai antisipasi menurunnya stok darah saat bulan puasa hingga Lebaran.
"Stok darah bisa berkurang hingga 50 persen. Bahkan, saat Lebaran stok darah bisa benar-benar habis. Stok biasanya berkurang hingga H+7 Lebaran," kata Sekretaris PMI Yogyakarta Harris Syarif Usman di Yogyakarta, Kamis.
Ia menambahkan, selain antisipasi memasuki bulan puasa, stok darah harus dijaga karena saat ini memasuki musim pancaroba dan dimungkinkan penyakit demam berdarah bisa merebak.
Menurut dia, kegiatan donor darah massal yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, swasta dan sekolah bisa menambah persediaan darah cukup banyak antara 100 hingga 300 kantong.
Pada kegiatan donor darah massal yang digelar di Balai Kota Yogyakarta guna memperingati hari ulang tahun ke-68 Pemerintah Kota Yogyakarta, PMI Kota Yogyakarta menargetkan 300 kantong darah.
Selama bulan puasa, PMI Yogyakarta akan melakukan kegiatan donor darah massal di gereja saat siang hari dan di masjid saat malam hari atau usai tarawih.
"Kami akan memberikan pelayanan jemput bola apabila peserta donor darah lebih dari 30 orang. Jika kurang, maka pendonor bisa langsung datang ke kantor PMI Yogyakarta," katanya.
Selama ini, lanjut dia, PMI Kota Yogyakarta menjadi rujukan bagi masyarakat di DIY serta sejumlah masyarakat dari beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Solo, Magelang, Purwokerto hingga Banyumas. Selain itu, PMI Yogyakarta menjadi rujukan untuk 80 rumah sakit.
"Golongan darah yang biasanya dibutuhkan adalah golongan O, tetapi untuk golongan lain juga dibutuhkan. Kami tidak bisa memperkirakan golongan darah apa yang dibutuhkan masyarakat. Harapannya, seluruh golongan darah bisa dipenuhi," katanya.
Selain mengirimkan surat ke sejumlah lembaga, PMI Kota Yogyakarta juga rutin menyampaikan informasi kegiatan donor darah massal ke pendonor sukarela yang terdaftar serta mengingatkan pendonor untuk mendonorkan darahnya secara rutin.
"Ada 70.000 nomor telepon pendonor sukarela yang tersimpan di PMI, namun hanya 40.000 yang aktif. Jika ada kegiatan donor darah massal, biasanya ada 100 pendonor darah sukarela yang datang," katanya.
PMI Kota Yogyakarta juga berencana mengangkat duta donor darah muda untuk ikut membantu mengampanyekan donor darah ke generasi muda.
"Minat generasi muda untuk ikut mendonorkan darah masih sangat kurang. Biasanya mereka beralasan takut jarum suntik atau takut melihat darah. Oleh karena itu, dibutuhkan bantuan dari generasi muda untuk memberikan penyadaran bahwa donor darah itu bukan sesuatu hal yang menakutkan," katanya.
Duta donor darah itu bisa diambilkan dari dimas dan diajeng Yogyakarta atau dari karang taruna.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
