Logo Header Antaranews Jogja

TPID Sleman jamin infrastruktur distribusi sembako baik

Selasa, 16 Juni 2015 13:25 WIB
Image Print
Kabupaten Sleman (Foto Istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan infrastruktur untuk distribusi bahan kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2015 dalam kondisi baik hingga ke daerah pelosok.

"Kondisi infrastruktur untuk distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnnya saat ini dalam kondisi baik, minimal hingga tingkat desa," kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman Sunartono, Selasa.

Menurut dia, dengan adanya jaminan tersebut maka dipastikan pula distribusi bahan kebutuhan pokok lancar hingga pelosok Sleman.

"Dengan lancarnya distribusi bahan kebutuhan pokok hingga ke pelosok maka masyarakat juga akan semakin mudah untuk menjangkaunya. Selain itu infrastruktur yang baik juga akan membantu dalam produksi bahan kebutuhan pokok," katanya.

Ia mengatakan, untuk ketersediaan dan kecukupan bahan pokok dari pantauan yang dilakukan khususnya terhadap sembilan bahan pokok, saat ini masih mencukupi, khusunya beras.

"Saat ini di lumbung-lumbung desa masih terdapat 159,564 ton beras, padahal kebutuhan cuma sekitar 36.000 ton, belum yang ada di Bulog. Persediaan beras ini dapat dikatakan surplus, bahkan untuk lima bulan ke depan," katanya.

Sunartono mengatakan, kondisi tersebut juga termasuk untuk komoditas daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih cukup.

"Saat ini persediaan daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih sangat cukup, dan terdistribusi hingga tingkat desa," katanya.

Ia mengatakan, jika kemudian ada sesuatu di lapangan terkait dengan ketersediaan bahan pangan maupun kenaikan harga yang drastis, pihak siap melakukan operasi pasar.

"Kami akan terus memantau ke pasar tradisional dan sampai ke pengecer. Selain itu kami juga memantau ketersediaan bahan bakar elpiji di masyarakat agar benar-benar dapat terpenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Selain ketercukupan dan ketersediaan kebutuhan pokok dan elpiji, pihaknya juga memantau keamanan pangan baik yang bveredar di pasar tradisional maupun swalayan.

"Fokus keamanan pangan ini, kami berkoordinasi dengan Balai POM, Dinkes Sleman, Diserindagkop dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Pantauan keamanan dari bahan makanan tambahan yang berbahaya, pewarna kimia. Bahan olahan seperti formalin, borax serta barang-barang hasil olahan pabrikan dan industri rumah tangga (IRT) yang kedaluarsa, berjamur dan kemasan rusak," katanya.Suyanto

V001



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026