Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo hibahkan 247 sapi kepada peternak

Selasa, 23 Juni 2015 20:16 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberikan hibah kepada kelompok peternak sebanyak 247 ekor sapi untuk mendongkrak populasi sapi di wilayah ini.

"Kami tetap mengusulkan bantuan hibah ini karena menginginkan populasi sapi di Kulon Progo kembali seperti dulu sebelum harga sapi anjlok. Ini insentif pemerintah agar masyarakat semangat lagi memelihara sapi," kata Plt Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan hibah sapi calon indukan tersebut melalui APBN dan APBD II. Hibah 247 ekor sapi calon indukan terdiri dari 150 ekor yang berasal dari dana APBD Kulon Progo dan 97 ekor dari dana APBN.

Sudarna menyebut, alokasi anggaran dari APBD Kulon Progo tersebut sebesar Rp1,5 miliar. Bantuan 150 ekor sapi akan disalurkan kepada 24 kelompok peternak dengan nilai Rp10 juta per ekor sapi. Jumlah sapi untuk masing-masing kelompok bervariasi antara 5 hingga 12 ekor.

"Saat ini sedang proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk pengadaannya dan direncanakan akhir September bisa disalurkan kepada kelompok-kelompok peternak," katanya.

Dia mengatakan ada 2012 populasi sapi potong mencapai 53.433 ekor dan mengalami kecenderungan terus turun hingga saat ini. Adapun pada 2014 populasinya 49.370 ekor atau turun sekitar 7,6 persen. Selain untuk meningkatkan populasi, bantuan ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

"Bantuan hibah sapi ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi. Selama populasi sapi di Kulon Progo terus menurun sejak 2012 akibat efek anjloknya harga jual sapi yang berkepanjangan pada 2011," katanya.

Kasi Bina Usaha Ternak Besar DKPP Kulon Progo Agus Saib mengatakan hibah dari APBD maupun APBN ini merupakan sapi calon indukan dengan jenis sapi lokal putih peranakan ongole. Ada spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi, termasuk ukuran dan organ reproduksi harus normal.

Kelompok penerima bantuan berada di Panjatan, Galur, Samigaluh, Nanggulan, Kalibawang, Lendah, Pengasih, dan Wates. Penentuannya berdasarkan pengajuan proposal dari kelompok - kelompok yang telah masuk ke dinas dan dilakukan seleksi.

"Bantuan ini berkelanjutan sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, hibah ini kepada kelompok, anggota kelompok yang diberi tanggung jawab memelihara harus bertanggung jawab kepada kelompok, bantuan ini bergulir internal kelompok. Dinas tetap jalan terus melakukan pembinaan," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026