Logo Header Antaranews Jogja

Bantul perluas penjualan sapi ke Jawa Barat

Senin, 10 Agustus 2015 16:15 WIB
Image Print
Peternakan sapi di Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul, (Antara Jogja) - Peternak sapi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai memperluas penjualan ternak tersebut ke Jawa Barat menyusul berkurangnya stok sapi di daerah itu karena pembatasan kuota impor oleh pemerintah.

"Jelas sudah ada penjualan ke sana (wilayah Jawa Barat) sejak ada pembatasan impor sapi karena stok sapi di sana kurang," kata Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi (PPDS) Segoroyoso, Bantul, Ilham Ahmadi saat dikonfirmasi di Bantul, Senin.

Pedagang daging sapi di Jakarta dan Jawa Barat melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes atas kebijakan pembatasan kuota impor sapi sebab kondisi ini membuat stok berkurang dan harga daging sapi melonjak di pasaran.

Ilham mengatakan kondisi demikian membuka peluang bagi peternak sapi lokal di daerah termasuk Bantul, untuk melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar tersebut untuk memenuhi kebutuhan daging di wilayah tersebut.

Namun demikian, saat ditanya besar kecilnya penjualan sapi ke wilayah Jawa Barat tersebut, ketua paguyuban yang juga membawahi puluhan peternak sapi ini tidak mengetahui secara pasti, karena tidak melakukan pencatatan.

Meski begitu saat ditanya pengaruh dari ekspansi penjualan sapi ke Jawa Barat terhadap harga, pihaknya mengakuinya sebab kondisi tersebut berpotensi mengurangi stok sapi lokal di Bantul dan berdampak pada peningkatan harga.

"Kalau itu jelas, jelas ada pengaruhnya (terhadap kenaikan harga) nanti, apalagi di tingkat penjagal mungkin saat ini sudah mulai kesulitan dapatkan sapi," kata peternak sapi Segoroyoso Bantul yang mempunyai puluhan ternak tersebut.

Sementara itu, saat ditanya terkait pemogokan pedagang daging sapi seperti yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat, ia mengatakan, paguyuban tidak merencanakan mogok tersebut dan tetap akan menjalankan usaha seperti biasa.

"Kalau di kami (paguyuban) tidak ada rencana mogok, karena harga daging sapi yang kami jual masih normal, tidak seperti di Jakarta yang mencapai Rp130 ribu per kilogram," kata Ilham.***3***

(KR-HRI)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026