
Nelayan persiapkan peralatan melaut hadapi musim ikan

Bantul, (Antara Jogja) - Nelayan pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mempersiapkan peralatan melaut untuk menangkap ikan menghadapi musim ikan yang diperkirakan berlangsung pada Oktober 2015.
"Kalau peralatan seperti jaring yang masih bisa diperbaiki, ya, diperbaiki. Akan tetapi, kalau sudah rusak, ya ,harus beli yang baru," kata nelayan Pantai Samas Mugari di Bantul, Selasa.
Menghadapi musim ikan yang akan datang, Mugari menyiapkan paling tidak dua jaring baru yang terdiri atas jaring bawal dan jaring layur karena diperkirakan jenis ikan laut tersebut melimpah saat musim ikan mendatang.
Untuk membuat jaring baru tersebut, dia mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp7 juta. Untuk satu jaring membutuhkan biaya sekitar Rp3,5 juta.
"Biasanya pada bulan Oktober akan muncul ikan bawal dan layur, kadang ada tengiri batangan. Jadi, kalau memungkinkan, minggu depan saya akan turun melaut," kata Mugari.
Selain mempersiapkan jaring, kata dia, dirinya juga memperbaiki peralatan pancing yang sudah rusak karena sudah beberapa waktu tidak digunakan melaut mencari ikan karena paceklik ikan.
Mugari mengatakan bahwa dirinya bersama nelayan setempat sudah satu bulan terakhir tidak melaut. Bahkan, sebagian besar nelayan tidak melaut karena selain faktor cuaca, mereka beralasan hasil tangkapan ikan juga tidak memuaskan.
"Kemarin-kemarin ombaknya tinggi antara 7 meter dan 8 meter, anginnya juga kenceng, jadi sangat berisiko jika dipaksakan melaut," kata dia.
Selama nelayan libur melaut, kata dia, mayoritas beralih profesi menjadi penggarap lahan pertanian di lahan pasir dan sebagian lagi mencari ikan di sungai. Namun, saat ini sejumlah nelayan mulai mempersiapkan peralatan untuk melaut.
Sementara itu, nelayan lain di Pantai Samas Triyanto mengatakan bahwa kondisi ombak dan angin pantai selatan dalam 2 hari terakhir sudah bersahabat kembali, berbeda dengan 2--3 pekan lalu yang gelombangnya relatif cukup besar.
"Sudah beberapa minggu yang lalu saya libur melaut karena gelombang tinggi. Namun, untuk saat ini mulai normal, jadi memungkinkan untuk melaut kembali," kata dia.***1***
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
