Logo Header Antaranews Jogja

Sleman siapkan industri dan perdagangan hadapi MEA

Senin, 19 Oktober 2015 17:15 WIB
Image Print
Ilustrasi, Perajin mebel bambu di Dusun Sendari, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Foto antarafoto.com)

Sleman, (Antara Jogja) - Pemerintaj Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini tengah menyiapkan para pelaku usaha sektor industri dan perdagangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN agar mampu bersaing pada era pasar bebas.

"Pemerintah Kabupaten Sleman tengah berupaya untuk mempersiapkan para pelaku usaha khususnya usaha kecil menengah (UKM) dalam mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," kata Asisten BIdang Pembangunan Setda Kabupaten Sleman Suyamsih pada temu wicara dengan pelaku usaha pariwisata, industri dan perdagangan, Senin.

Menurut dia, langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman adalah dengan mengadakan "workshop" dan pelatihan bagi UKM dalam rangka meningkatkan wawasan dalam menghadapi MEA.

"Dengan berbagai pelatihan, diharapkan para pelaku usaha, khususnya UMK dapat memiliki strategi dalam pemasaran produk dan manajemen usaha yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan, jumlah usaha industri yang ada di Kabupaten Sleman pada 2014 tercatat sebanyak 16.088 terdiri dari 15.944 industri kecil dan rumah tangga dan 144 industri besar dan menengah.

"Sedangkan pada sektor perdagangan, pada 2014 tercatat jumlah sarana perdagangan di Kabupaten Sleman sejumlah 403 terdiri dari pasar pemerintah kabupaten, pasar desa, pasar hewan dan toko modern," katanya.

Suyamsih mengatakan, jumlah usaha perdagangan tercatat sebanyak 13.928 usaha.

Temu wicara dengan pelaku usaha Sektor pariwisata, industri dan perdagangan tersebut diikuti sebanyak 48 peserta yang terdiri dari sektor indsutri sebanyak 13 orang, sektor konstruksi dua orang, sektor pariwisata 19 orang, SKPD 10 orang dan sektor perdagangan empat orang.

Bertindak sebagai nara sumber pada temu wicaara tersebut Suci Iriana Sinuraya dari Dinas Perindakop Kabupaten Sleman, dan Istidjab Danunagoro dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY.***3***

(V001)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026