Logo Header Antaranews Jogja

DIY imbau masyarakat membangun kecintaan terhadap satwa

Minggu, 22 November 2015 20:51 WIB
Image Print
Ilustrasi sejumlah komodo sedang menyantap makanannya (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap puspa dan satwa supaya tidak punah.

Asisten Daerah III Pemda DIY Didik Purwadi di Kulon Progo, Minggu, mengatakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2015 merupakan momentum penting untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap puspa dan satwa.

"Kegiatan ini dilakukan supaya masyarakat ikut menjaga kelestarian hayati. Untuk itu, kami Pemda DIY mendukung dan menyambut baik peringatan Hari Puspa dan Satwa Nasional DIY," kata Didik Purwadi.

Ia berharap Hari Puspa dan Satwa Nasional DIY tidak hanya peringatan rutin, tapi menjadi momentum untuk refleksi diri supaya menjaga keanekaragaman hayati.

"Negara Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Bentang alam yang luas sangat strategis, dan menjadikan kawasan prioritas dalam pelestarian hayati," katanya.

Ia mengatakan potensi alam dan hayati Indonesia sudah saatnya digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Faktor alam memiliki faktor ekonomi yang tinggi dan menjadi pendukung pertumbuhan industri, pariwisata, dan pertanian. Namun yang terjadi belakangan,puspa dan stawa banyak yang punah, dan banyak penjualan satwa langka baik tingkat nasional dan internasional.

"Untuk menjaga keamanan, kita harus melakukan berbagai upaya yakni pencegahan dan melakukan penindakan hukum dalam melindungi puspa dan satwa," kata Didik.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2015 merupakan momentuk untuk menyadarkan diri supaya melestarikan hayati.

Ia mengatakan Pemkab Kulon Progo melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) berusaha keras dalam rangka mencintai, baik yang terkait puspa dan satwa. Misalnya, Alun-alun Wates menjadi salah satu tempat yang representatif cinta terhadap puspa dan satwa.

"Sejak dua tahun lalu, bunga dan tanaman terus kembangkan, serta menjaga kebersihan. Untuk lambang kecintaan terhadap satwa, di kawasan Alun-alun Wates dipelihara 70 pasang burung dara. Mudah-mudahan burung dara berkembang dan menjadi bagian dari cinta puspa dan satwa," katanya.

Selain itu, kata Hasto, Pemkab Kulon Progo mengelola sampah dengan mengoptimalkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) secara mandiri. KSM bekerja sama dengan masyarakat, dan mereka jemput bola mengambil sampah-sampah, sehingga tidak ada bak-bak sampah dipinggir jalan.

"KSM bisa hidup mandiri, dan kami hanya memfasilitasi sepeda motor roda tiga," kata Hasto.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026