Logo Header Antaranews Jogja

Bantul membutuhkan pasokan daging sapi luar daerah

Jumat, 18 Desember 2015 21:20 WIB
Image Print
Daging sapi yang dijual di pasaran (Foto antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih membutuhkan pasokan daging sapi dari luar daerah guna mencukupi kebutuhan komoditas pangan tersebut bagi seluruh masyarakat setempat.

"Kami dapat informasi bahwa kebutuhan daging di Bantul dari sisi pasokan kalau hanya mengandalkan dari Bantul saja mungkin kurang, jadi mereka harus mencari dari luar daerah," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Tri Saktiyana di Bantul, Jumat.

Menurut dia, Bantul masih membutuhkan pasokan daging sapi dari luar daerah tersebut diketahui setelah pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul melakukan pemantauan di lapangan, di antaranya sentra ternak sapi Desa Segoroyoso Bantul.

"Jadi selain selain memantau kebutuhan pokok (beras), kami juga ke yang bukan kebutuhan pokok, daging kan bukan pokok, karena tidak semua masyarakat butuh daging," katanya.

Tri Saktiyana mengatakan meski Bantul masih butuh pasokan daging sapi dari luar daerah, namun berdasarkan pantauan TPID Bantul, harga komoditas pangan sekunder tersebut relatif tinggi tidak ada perubahan harga selama beberapa bulan terakhir.

"Dari sisi harga daging sekarang masih sekitar Rp105.000 per kilogram, harga ini stabil tapi di level tinggi, namun mudah-mudahan tidak naik lagi, apalagi ini menjelang akhir tahun," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi di Desa Segoroyoso Bantul, Ilham Jayadi mengatakan, pedagang sapi di wilayahnya seringkali kesulitan mendapatkan sapi siap potong di Bantul, sehingga mereka harus mendatangkan ternak dari luar daerah.

Ia mengatakan, jikapun memotong sapi yang ada di Bantul menurutnya mayoritas adalah sapi yang belum siap potong sehingga kurang menguntungkan secara ekonomi dan kelangsungan industri.

"Kebanyakan kalau dari Bantul yang dipotong sapi bakalan, sehingga perlu mendatangkan dari luar daerah seperti Boyolali Jawa Tengah," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026