Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo jamin ketersediaan pupuk 2016

Sabtu, 30 Januari 2016 20:42 WIB
Image Print
Pupuk bersubsidi yang terdapat di distributor pupuk di Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin ketersediaan pupuk sepanjang 2016 di wilayah ini sangat aman.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan kuota pupuk mengalami kenaikan antara lima hingga 10 persen sesuai kebutuhan petani.
"Kebutuhan pupuk di Kulon Progo setiap tahunnya hampir tidak ada kenaikan signifikan, kecuali pupuk organik kuota dinaikan 10 persen," kata Bambang.

Ia mengatakan pupuk yang mendapat tambahan alokasi yakni urea dari 5.400 ton dengan harga eceren tertinggi (HET) Rp1.800/kg, Sp36 dari 847 ton naik menjadi 1.139 ton dengan HET Rp2.000/kg, Za 3.053 ton dengan HET Rp1.400/kg, NPK dari 6.908 ton dengan HET Rp2.300/kg, dan organik 4.250 ton dengan HET Rp500/kg.

"Alokasi pupuk terbesar NPK. Harapannya, petani menggunakan pupuk majemuk. Artinya, petani kami imbau bergeser menggunakan pupuk NPK yang mengandung unsur majemuk yang dibutuhkan tanaman," katanya.

Dia mengatakan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani. Setelah itu, kelompok tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kebutuhan riil petani akan pupuk bersubsidi.

"Kelompok tani menyusun RDKK kemudian diserahkan ke pengecer di lingkungan mereka. Kemudian pengecer mengajukannya ke distributor dan diserahkan kembali ke produsen pupuk. Penyerahan RDKK satu bulan sebelum masa tanam, sehingga kebutuhan pupuk saat tanam dapat tercukupi," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Kulon Progo diatur dengan Surat Keputusan Bupati yang berisi tentang alokasi distribusi per bulan dan per kecamatan.
Namun demikian, ia mengatakan ada keterlambatan distribusi pupuk di beberapa wilayah.
"Secara prinsip, di Kulon Progo tidak akan terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Apabila ada kekurangan di salah satu kecamatan bisa diatasi dengan realokasi pupuk dengan kecamatan lain yang kelebihan," kata dia.

Dia mengatakan kelompok tani dibagi dalam tiga kategori yakni kelompok tani atas dasar hamparan sawah, kelompok tani atas dasar domisili dan kelompok tani atas dasar jenis usaha.
"Silakan petani yang memiliki lahan bergabung dengan kelompok tani, sehingga mempermudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi," katanya.

Kasi Serealia Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kulon Progo Wazan Mudzakir mengatakan realiasi serapan pupuk di Kulon Progo rata-rata 80 hingga 85 persen. Hal yang bagus dalam perkembangan sektor pertanian, yakni serapan pupuk organik di atas 100 persen.
"Pada 2015, kuota pupuk organik 4.250 ton, realisasinya 4.295 ton. Pupuk jenis lain, realisasi serapan pupuk di bawah 85 persen," kata Wazan.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026