
Disbudpar perbaiki komunikasi antaroperator Gua Pindul

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya memperbaiki komunikasi antaroperastor Gua Pindul untuk mengatasi konflik di objek wisata tersebut.
"Kami ini sebagai jembatan antarpengelola, maka kemarin diadakan pertemuan di Balai Desa Bejiharjo," kata Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa.
Ia mengatakan upaya ini karena permintaan dari operator sendiri melalui surat yang ditujukan ke dinas karena selama ini dinilai tidak ada komunikasi yang baik antaroperator.
"Kami ini menjembatani saja, nantinya jika tidak ada solusi, maka akan diserahkan ke tim penyelesaian Gua Pindul," kata Hary.
Tim ini diketuai oleh Asisten I Setda Gunung Kidul Tommy Harahap yang terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari pemkab hingga desa. Tim akan menentukan keputusan tindakan selanjutnya.
"Nanti jika tetap tidak ada titik temu maka akan diserahkan ke tim, apakah akan dilaukan tindakan seperti apa. Maka dari itu, kemarin Wakil Bupati Immawan Wahyudi mengatakan jika mengedepankan dialog," paparnya.
Namun demikian, pihaknya akan melakukan pertemuan selanjutnya dalam minggu ini, untuk menyelesaikan masalah Pindul yang diakauinya cukup kompleks.
"Kami mendorong mereka untuk menyelesaiakan secara kekeluargaan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Saryanto menambahkan permasalahan joki, pihaknya mendorong agar mereka diberdayakan. Salah satunya dengan menjadi pemandu di sembilan destinasi yang ada di kawawan wisata Bejiharjo.
Selain pindul, ada objek wisata lainnya seperti gua dan Situs Sokoliman. "Dahulu untuk memperkenalkan goa pindul karena letaknya cukup terpencil memang diperlukan pemandu. Namun saat ini sudah banyak petunjuk arah, GPS, dan media sosial kan sudah mudah. Maka lebih baik diberdayakan," ucapnya.
Pihaknya pun, mendorong pembentukan BUMDes mengelola kawasan wisata Bejiharjo. Selama ini desa sudah dilibatan untuk penarikan retribusi Gua Pindul dan mendapatkan 30 persen dari hasilnya. Tahun lalu hasil total retribusi Gua Pindul sebesar Rp1,5 miliar.
"Kami mendorong secepatnya, tahun ini kemungkinan karena sudah dianggarkan," katanya.
Ia berharap penyelesaian Gua Pindul diselesaikan secara baik, karena Pindul merupakan salah satu destinasi andalan Gunung Kidul. "Semoga tidak berlarut-larut," ujarnya.
KR-STR
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
