Logo Header Antaranews Jogja

Lulusan UII diharapkan tidak korupsi

Sabtu, 4 Juni 2016 22:29 WIB
Image Print
Rektor UII Harsoyo mewisuda seorang lulusan berpredikat cumlaude.(Foto istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta diharapkan tidak melakukan korupsi dan terlibat penyalahgunaan narkoba sebagai tanggung jawab moral kepada almamater dan bangsa Indonesia.
"Lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) diharapkan bersumpah untuk tidak akan melakukan korupsi dan menggunakan narkoba," kata Rektor UII Harsoyo pada prosesi wisuda jenjang doktor, magister, sarjana, dan ahli madya periode V tahun akademik 2015/2016 di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut Harsoyo, wisudawan/wisudawati setelah menyelesaikan proses pendidikan formal pada jenjang masing-masing di UII, selanjutnya akan memasuki fase kehidupan bermasyarakat yang jauh lebih kompleks dan penuh dengan tantangan dibanding kehidupan akademis di kampus.
Dalam menjalani kehidupan berikutnya, wisudawan/wisudawati akan bertemu dengan masyarakat yang begitu majemuk. Oleh karena itu harus pandai memahami kondisi dan latar belakang masyarakat di tempatnya berada.
"Selain itu, etos kerja keras hendaknya juga terus ditumbuhkan untuk
membangun kemapanan pribadi dan masyarakat," kata Harsoyo.
Ia mengatakan prosesi wisuda tersebut diikuti 582 lulusan UII, dan 201 orang di antaranya meraih predikat cumlaude. Dengan kelulusan periode ini, jumlah alumni UII telah mencapai jumlah 81.541 orang.
"Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi pada Program S-1 diraih Fasya Addina dari Program Studi Ilmu Hukum Program Internasional Fakultas Hukum dengan nilai 3,98. Waktu studi tercepat dengan masa studi tiga tahun lima bulan diraih Novia Anindhita dari Program Studi
Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya," kata Harsoyo.
Sementara itu, Wakil Alumni UII Herman Niigata Neman yang saat ini mengemban amanah sebagai Operation Manager PT Darco Indonesia di depan wisudawan/wisudawati mengatakan kelulusan menandakan perjalanan profesional baru saja dimulai.
"Suatu hal yang tidak mudah bagi wisudawan/wisudawati saat ini ketika persaingan global sangat menonjol dan menjadi tolok ukur keberhasilan karir ke depan," katanya.
Ia berpesan agar wisudawan/wisudawati UII bekerja keras, terus belajar, jujur, pantang menyerah, terus berdoa kepada Allah SWT, dan berinovasi yang akan menunjang kehidupan profesi selanjutnya.
"Bertanggung jawab, berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya, serta tidak berbohong itu adalah jiwa patriotik lulusan UII," kata Herman.

(B015)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026