Logo Header Antaranews Jogja

Petani Gunung Kidul dapat bantuan alat pertanian

Kamis, 15 September 2016 22:39 WIB
Image Print
Mesin panen padi untuk petani Desa Argorejo Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Kelompok tani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat dalam rangka mendukung swasemba pangan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunung Kidul Azman Latif di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan bahwa bantuan alat pertanian yang diterima berupa traktor roda dua sebanyak 28 unit, mesin traktor roda empat satu unit, 29 pompa air ukuran kecil sebanyak 15 unit, dan pompa air ukuran besar 26 unit.

"Kami akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan peralatan bantuan tersebut. Kami berharap bantuan ini dapat mendorong petani mengolah lahannya tepat waktu dan hasil panen memuaskan," kata Azman.

Selama ini, kata Azman, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap petani. Hal ini membuahkan hasil. Misalnya, padi, angka produksinya sepertiga atau terbesar dibanding kota maupun tiga kabupaten yang lain. Pada tahun 2015, dari luas panen 14,936 hektare, produksi padi sawah sebanyak 94.232 ton atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan luas panen 14.886, produksi padi mencapai 92.602 ton.

"Produksi pertanian di Gunung Kidul, seperti padi selalu menjadi yang tertinggi di DIY. Selain luasan lahan area tanam, juga kualitas dan produktivitas pertanian di Gunung Kidul sangat tinggi," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunung Kidul Suharno mengatakan bahwa masyarakat Gunung Kidul sebagian besar merupakan petani. Namun, selama ini masih banyak yang menggunakan peralatan tradisional sehingga hasilnya belum maksimal.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya mengakses bantuan alat pertanian bagi petani agar memperoleh hasil maksimal.

"Kami berupaya melakukan koordinasi untuk meningkatkan peralatan petani. Hal ini bertujuan menyejahterakan petani. Bantuan tidak memberikan berupa uang, tetapi alat pertanian ibaratnya tidak memberikan ikan, tetapi kailnya," katanya.

Suharno mengatakan bahwa bantuan alat tersebut di luar fungsi parpol sebagai pendidikan politik hingga pengkaderan berjejaring.

Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah daerah melalui Dinas TPH Gunung Kidul melakukan pendampingan dan pembekalan kepada petani untuk peningkatan hasil.

"Pendampingan harus dilakukan mulai dari masa tanam hingga pemasaran," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026