Logo Header Antaranews Jogja

Harga cabai di Bantul masih tinggi

Senin, 21 November 2016 20:46 WIB
Image Print
ilustrasi (Foto ANTARA)

Bantul,(Antara Jogja) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat harga berbagai jenis cabai di tingkat pedagang pasar tradisional di daerah ini pada pekan ini masih tinggi.

"Harga cabai saat ini masih tinggi, seperti cabai rawit merah rata-rata di atas Rp40 ribuan bahkan ada yang mencapai di angka Rp50 ribuan per kilogram," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Bantul, melalui staf Perdagangan Safrudin di Bantul, Senin.

Menurut dia tingginya harga komoditas hortikultura tersebut sudah terjadi sepanjang bulan November ini, hal ini menyusul menipisnya stok cabai di tingkat petani lokal.

Ia mengatakan dibanding dengan kondisi normal atau sebelum mengalami lonjakan harga, rata-rata harga cabai di Bantul masih di bawah Rp20 ribu per kilogram.

"Kami rutin melakukan pemantauan harga selama dua kali dalam seminggu, ada tiga pasar yang dipantau, namun tiap pasar harganya (cabai) berbeda-beda, namun kalau sekarang ini rata-rata kisaran Rp40 ribuan ke atas per kilogramnya," katanya.

Udin sapaan akrabnya mengatakan karena stok cabai di tingkat menipis maka pasar-pasar di Bantul mengambil atau mendatangkan pasokan dari luar Bantul, misalnya Temanggung dan Muntilan serta sejumlah daerah di Jawa Tengah lainnya.

"Kalau kita survei dan tanya ke pedagang kalau pas stok sedikit seperti ini pasokan cabai didatangkan dari luar Bantul, karena kalau hanya mengandalkan dari lokal kurang. Inilah yang menyebabkan harganya mahal," katanya.

Selain berbagai jenis cabai, kata dia harga bawang merah yang terpantau di pasar tradisional Bantul juga tinggi berkisar Rp40 ribu per kilogram, selisih jauh dari kondisi normal pada kisaran di bawah Rp30 ribu per kilogram.

"Bawang merah juga masih tinggi, karena daerah selatan Bantul yang jadi andalan pemasok bawang belum produksi juga. Sehingga juga mendatangkan dari luar daerah," katanya.

Pihaknya mensinyalir tingginya harga cabai dan bawang merah karena stok menipis ini diakibatkan karena musim hujan yang berpengaruh pada produksi panen.

"Pengaruhnya musim ini, namun kalau soal penurunan produksi yang faham di dinas pertanian," katanya.
KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026