Logo Header Antaranews Jogja

Kedua paslon komitmen perbanyak RTH

Jumat, 27 Januari 2017 22:27 WIB
Image Print
ilustrasi (istimewa)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Pada debat kedua Pilkada Kota Yogyakarta dengan tema Menyelesaikan Permasalahan di Kota Yogyakarta, kedua pasangan calon kepala daerah sama-sama berkomitmen untuk memperbanyak ruang terbuka hijau.

"Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sangat penting sebagai salah satu upaya menyelesaikan permasalahan lingkungan di Kota Yogyakarta," kata Calon Wali Kota Yogyakarta Nomor Urut Satu Imam Priyono saat debat di Yogyakarta, Jumat.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah total ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta belum memenuhi ketentuan dalam undang-undang yaitu baru mencapai 17,98 persen dari luas wilayah. Sedangkan ketentuan dalam undang-undang mencapai 30 persen.

Ia meyakini, keberadaan ruang terbuka hijau akan mampu memperbaiki kualitas udara di Kota Yogyakarta yang kini sudah tercemar karbondioksida, bahkan kandungan karbondioksida sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan.

"Air tanah di Yogyakarta juga sudah turun. Jangan lagi di Yogyakarta ini ditanam beton, tetapi perbanyak menanam pohon," katanya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Nomor Urut Dua Haryadi Suyuti memberikan pernyataan yang senada yaitu memperbanyak ruang terbuka hijau di wilayah dengan menambah jumlahnya setiap tahun.

Namun demikian, Haryadi meyakini jika luasan ruang terbuka hijau, baik RTH publik maupun privat di Kota Yogyakarta terus meningkat dan pada 2015 sudah mencapai 33,75 persen dari luas wilayah.

"Kami akan tambah jumlah RTH di kampung karena membangun Yogyakarta itu harus diawali dari kampung. Tidak hanya itu, tetapi juga memperbanyak sumur peresapan air hujan (SPAH) agar tidak lagi ada genangan saat hujan," kata Calon Wakil Wali Kota Yogyakarta Nomor Urut Dua Heroe Poerwadi.

Berbeda dengan debat perdana, pada debat kedua tersebut setiap calon wali kota dan wakil wali kota diberikan kesempatan untuk saling melemparkan pertanyaan dan memberikan tanggapan.

Imam Priyono memberikan pertanyaan tentang pembangunan hotel yang masih marak dan kegagalan Yogyakarta meraih Adipura. Sedangkan Haryadi mengajukan pertanyaan mengenai parkir dan pelanggaran parkir.

Sedangkan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut Satu Achmad Fadli dan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut Dua Heroe Poerwadi sama-sama mengajukan pertanyaan seputar pelestarian heritage dan budaya di Yogyakarta.

Fadli bahkan mengusulkan agar bangunan di Yogyakarta memiliki arsitektur khas sehingga menguatkan karakter Yogyakarta. "Sehingga wisatawan bisa langsung merasakan aura Yogyakarta saat masuk ke Kota Yogyakarta," katanya.

Sementara itu, Moderator Debat Hifdzil Alim berharap, debat kedua tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat Kota Yogyakarta saat akan menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari.

(U.E013)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026