Logo Header Antaranews Jogja

Bantul latih nelayan melaut beberapa hari

Kamis, 2 Februari 2017 17:19 WIB
Image Print
Ilustrasi nelayan siap melaut (Foto pantai.org) (pantai.org)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pelatihan kepada nelayan daerah ini agar berani melaut menangkap ikan selama beberapa hari atau lebih dari 24 jam.

"Pelatihan nelayan betul-betul melaut terus dilakukan, mereka dititipkan ke kapal-kapal besar agar nantinya terbiasa di laut selama beberapa hari," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis.

Menurut dia, pelatihan bagi nelayan Bantul agar terbiasa melaut di laut selatan penting dilakukan untuk mengoptimalkan produksi ikan tangkap laut, mengingat selama ini masih banyak nelayan yang belum berani melaut lebih dari sehari atau 24 jam.

Bahkan, Pulung memperkirakan, dari sekitar 500 nelayan yang mengandalkan potensi laut selatan Bantul, hanya sekitar 15 orang yang berani melalut selama dua sampai tiga hari, selebihnya kurang dari sehari.

"Sekitar 15 orang yang berani melaut lebih dua hari itu ada yang berangkat dari Sadeng Gunung Kidul dan di sini (Bantul), yang lain tidak berani menginap. Jadi pagi berangkat sore sudah kembali," katanya.

Ia tidak mengetahui penyebab pasti mayoritas nelayan belum berani melaut beberapa hari, namun kemungkinan belum terbiasa dan mengalami mual muntah atau mabuk karena pengaruh gelombang pantai.

"Mungkin kalau terlalu lama di laut sana banyak nelayan yang mual-mual karena tidak terbiasa, namun nanti kalau sudah terbiasa bisa bertahan. Dan ini yang akan terus kita latih," katanya.

Sementara itu ditanya terkait kondisi tangkapan ikan laut pada musim sekarang ini, Pulung mengatakan, hasil tangkapan tidak maksimal, kondisi itu dipengaruhi cuaca yang kurang bersahabat dengan nelayan dalam mencari ikan.

"Fungsi TPI (tempat pelelangan ikan) saat ini menurun karena para nelayan belum pada berani nelaut. Ini karena kaitannya dengan cuaca, saya sudah tanya nelayan, kalau mereka tidak berani melaut karena cuaca," katanya.

KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026