Pemkab Sleman kesulitan renovasi Museum Gunungapi Merapi

id Museum

Pemkab Sleman kesulitan renovasi Museum Gunungapi Merapi

Sejumlah pelajar mengunjungi Museum Gunungapi Merapi (MGM) Pakem, Sleman (antara)

Sleman (Antara) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kesulitan untuk segera melakukan renovasi bangunan Museum Gunungapi Merapi yang di beberapa tempat mengalami kerusakan karena saat ini masih di bawah pengelolaan Badan Geologi Bandung.

"Saat ini Museum Gunungapi Merapi (MGN) belum sepenuhnya menjadi milik Pemkab Sleman, ini yang menjadi kendala untuk segera melakukan renovasi kerusakan yang ada," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Sabtu.

Saat ini Pemkab Sleman sedang berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk rencana renovasi MGM yang rusak seperti kebocoran atap karena konstruksinya retak.

"Beberapa waktu lalu Badan Geologi Bandung sudah datang ke MGM untuk melihat bagian bangunan yang rusak dan menghitung perkiraan dana perbaikan kerusakan," katanya.

Ia mengatakan perkiraan dana yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan MGM yang terletak di Dusun Banteng, Pakem, Kabupaten Sleman tersebut, Rp500 juta.

"Bagian-bagian yang akan direnovasi selain atap yang retak juga ruangan yang tidak terpakai dengan optimal di lantai paling atas yang sebagian fasilitas di ruangan tersebut menjadi rusak. Bahkan dinding dan tembok ruangan terkelupas dan lantainya juga pecah," katanya.

Aji mengatakan kerja sama pengelolaan MGM dengan Badan Geologi Bandung sampai 2019. Maka itu, perbaikan MGM belum bisa dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan.

"Padahal kalau pengelolaannya sudah 100 persen oleh Pemkab Sleman, perbaikannya bisa dianggarkan melalui dana keistimewaan (Danais)," katanya.

Ia mengatakan ke depannya Pemkab Sleman juga berencana untuk mengelola MGM secara mandiri.

"Perbaikan MGM sendiri dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung. Pasalnya museum yang berada di lereng Merapi itu merupakan salah satu ikon pariwisata unggulan Kabupaten Sleman," katanya.

Tahun ini, kata dia, MGM ditargetkan mampu menarik kunjungan 350 ribu wisatawan.

"Target pendapatan 2017 sebesar Rp2 miliar. Adapun jumlah kunjungan selama awal tahun ini rata-rata sebanyak 42 ribu wisatawan per bulan," katanya.

(V001)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar