Logo Header Antaranews Jogja

DIY rencanakan serap lima ton daging impor

Kamis, 20 April 2017 19:44 WIB
Image Print
Ilustrasi, daging sapi (Foto ANTARA)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Perum Bulog Divisi Regional DIY merencanakan penyerapan sekitar lima ton daging sapi impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan meningkat pada bulan puasa dan lebaran.

"Untuk sementara ini, kami ajukan permintaan lima ton dulu baru dilihat bagaimana nanti perkembangannya. Jika memang masih dibutuhkan maka akan dilakukan penambahan," kata Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha di sela kunjungan Komisi VI DPR RI di Pasar Giwangan Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, daging sapi impor tersebut akan dijual dengan harga sekitar Rp80.000 per kilogram atau lebih murah dibanding harga daging sapi kualitas pertama yang dijual dengan harga sekitar Rp120.000 per kilogram.

Daging sapi impor tersebut, lanjut Adha, akan langsung dijual ke pasar atau melalui rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di lebih dari ratusan titik di DIY.

"Kami berharap daging sapi impor tersebut akan menjadi pilihan bagi masyarakat," katanya.

Sedangkan untuk daging kerbau impor, Adha mengatakan Perum Bulog DIY tidak akan mengajukan permintaan karena masyarakat di DIY tidak memiliki budaya mengonsumsi daging kerbau.

Sementara itu, untuk ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok lain seperti beras dan gula pasir, Adha mengatakan masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Stok beras yang dimiliki Bulog DIY mencapai sekitar 24.000 ton yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan selama 4,5 bulan dan terus dilakukan pengadaan beras dari petani. Sedangkan stok gula pasir mencapai 1.800 ton yang juga cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ada beberapa langkah yang akan ditempuh untuk stabilisasi harga, di antaranya dengan operasi pasar, dan terus melakukan pengadaan atau menambah ketersediaan bahan pokok serta dengan meningkatkan peran RPK di wilayah," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo.

Di DIY terdapat sekitar 570 RPK, dan khusus di Kota Yogyakarta ada sekitar 190 RPK yang menjual berbagai kebutuhan pokok yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu.

Ia juga mengusulkan DIY memiliki pasar induk khusus untuk beras di samping pasar induk sayur dan buah yang sudah dimiliki yaitu di Pasar Giwangan Yogyakarta.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional masih cukup stabil.

Peningkatan harga cukup tinggi terjadi untuk cabai rawit hijau dari Rp30.000 per kilogram pada pekan lalu menjadi Rp35.000 per kilogram pekan ini. Sedangkan untuk harga daging sapi stabil Rp120.000 per kilogram, daging ayam potong Rp30.000 per kilogram, beras berkisar antara Rp9.500 per kilogram hingga Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp13.000 per kilogram.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo mengatakan stabilisasi harga menjelang bulan puasa dan lebaran perlu terus dilakukan. "Stabilisasi harga harus dilakukan untuk semua bahan kebutuhan pokok," katanya.8***3***

(E013)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026