IDDS : pemilihan Dimas-Diajeng Cilik tidak eksploitasi anak

id dimas diajeng cilik

IDDS : pemilihan Dimas-Diajeng Cilik tidak eksploitasi anak

30 Finalis Dimas Diajeng Cilik Sleman 2017 (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman, (Antara Jogja) - Pemilihan Dimas-Diajeng Cilik Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak mengeksploitasi anak tetapi berupaya untuk mengembangkan talenta dan prestasi anak, kata Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman Bayu.

"Kami dalam proses pemilihan Dimas-Diajeng Cilik ini tetap mempertimbangkan hak-hak anak, seperti masa bermain dan bersekolah. Kegiatan ini bukan untuk eksploitasi anak melainkan benar-benar mengarahkan untuk prestasi di luar akademik," katanya di Sleman, Kamis.

Menurut dia, dalam pelaksanaan seleksi dari tahap demi tahap juga menyesuaikan jadwal sekolah dari anak-anak dan tidak ada kegiatan yang mengharuskan anak-anak bolos sekolah.

"Selain itu materi untuk tes juga menyesuaikan anak-anak, tidak banyak tes materi akademik yang berat, serta berbeda dengan materi untuk tes Dimas-Diajeng Sleman yang kategori dewasa," katanya.

Ia mengatakan, konsep untuk seleksi ini juga mengacu pada dunia anak yakni bermain dan belajar.

"Maka tema yang kami angkat dalam pemilihan Dimas-Diajeng Cilik Sleman kali ini adalah `Dedolanan` atau permainan anak," katanya.

Bayu mengatakan, dengan tema "Dedolanan" harapannya anak-anak tetap akan bermain riang dan bahagia sesuai usianya.

"Yang utama kami juga mengajak anak-anak untuk melestarikan permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Nyoman Rai Safitri mengatakan pemilihan Dimas-Diajeng Cilik ini memang tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi anak-anak.

"Kami tetap menghormati hak-hak anak, apalagi Kabupaten Sleman telah mencanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA)," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini untuk mengangkat prestasi anak di luar bidang akademik.

"Mereka ini kan juga masih memiliki orang tua, sehingga nanti orang tua juga akan membantu menyaring kegiatan mereka setelah mengikuti pemilihan Dimas-Diajeng Cilik, termasuk dalam hal komersial seperti membintangi iklan suatu produk atau `event` lain," katanya.

Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) mengadakan Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman (PDDCS) 2017 dalam rangka pengenalan wisata dan budaya asli Yogyakarta, khususnya Sleman, kepada anak sejak dini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata IDDS dalam memberikan kontribusi pada bidang pariwisata dan kebudayaan.

Pemilihan Dimas Diajeng Cilik telah diawali dengan kegiatan Cultourism #3 sebagai pengenalan di bulan Januari 2017. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan seleksi, yaitu tes tertulis yang diikuti 131 anak, (41 dimas dan 90 diajeng) dan wawancara sekaligus unjuk bakat yang diikuti 60 semifinalis dari seluruh peserta yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akhirnya terpilih 15 pasang dimas dan diajeng cilik yang diumumkan sekaligus disambut pada Sugeng Rawuh Party awal April 2017.

Selain untuk mengenalkan wisata dan budaya di DIY, acara tersebut juga diharapkan menjadi pelopor untuk pemilihan dimas diajeng untuk regional kabupaten/kota lain. Untuk saat ini pemilihan dimas diajeng cilik baru diselenggarakan oleh Sleman saja.

Tahap penjurian akhir akan diadakan pada Sabtu, 6 Mei 2017 di Rumah Dinas Bupati Sleman dan dinobatkan pada Minggu, 7 Mei 2017 pukul 18.30 WIB di Jogja Bay Adventure Waterpark, Maguwoharjo, Sleman.***4***

(V001)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar