
Program sapi bunting Bantul sasar 18.000 sapi

Bantul (Antara Jogja) - Program Sapi Indukan Wajib Bunting melalui kawin suntik di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun anggaran 2017 menyasar sekitar 18.000 sapi betina.
"Program kami yang SIWAB (sapi indukan wajib bunting) itu sudah selesai September ini dan sudah menyasar ke sekitar 18 ribu sapi betina," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Senin.
Menurut dia, SIWAB merupakan program peningkatan populasi ternak sapi dari Kementerian Pertanian yang digulirkan Pemda DIY dengan metode kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) sapi oleh petugas kesehatan hewan yang diterjunkan dinas.
Ia menjelaskan program SIWAB di Bantul sudah dijalankan sejak Maret dan berlanjut sampai dengan September dan menyasar sebanyak 18.000 sapi betina milik kelompok dari total populasi sapi se-Bantul sekitar 52 ribu ekor.
"Untuk hasilnya kan belum, karena sekarang ini baru bunting dan panennya (kelahiran) masih sembilan bulan kemudian setelah dinyatakan bunting. Jadi program ini menyasar ke sapi betina produktif yang tidak boleh disembelih," katanya.
Pulung mengatakan program SIWAB diharapkan dapat mendukung percepatan populasi sapi di Bantul yang ditargetkan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen dari total 18 ribu sapi betina yang disasar program kawin suntik itu.
"Dan peningkatan populasi sapi harus terus digenjot dengan tidak menjual atau memotong sapi betina produktif, bahkan program ini akan diperpanjang pusat pada tahun depan dengan target lebih banyak yaitu sekitar 40 ribu sapi," katanya.
Sementara itu, terkait dengan stok sapi di Bantul yang diestimasikan mencapai sekitar 52 ribu ekor adalah sapi sejak berumur bayi sampai dewasa, sedangkan yang siap potong sekitar 12 ribu ekor yang tersebar di kandang-kandang kelompok.
"Dari segi populasi sapi cukup, meskipun kemarin pada Idul Adha dipotong sekitar lima ribuan ekor, masih ada sisa stok sekitar tujuh ribuan. Namun pada tahun depan populasi akan terus bertambah dengan adanya program SIWAB ini," katanya.
(T.KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
