Logo Header Antaranews Jogja

35.000 pekerja lintas agama terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 12 Mei 2018 00:37 WIB
Image Print
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta (Istimewa)

Manado (Antaranews Jogja) - Sebanyak 35 ribu orang pekerja sosial lintas agama terdaftar dan terlindungi dari risiko kerja seperti kecelakaan dan kematian yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Manado, Jumat mengatakan perlindungan yang diberikan berlaku selama periode Mei-Desember 2018 dengan pembiayaan iuran dari APBD Perubahan 2018 Sulawesi Utara dan APBD 2019 serta program CSR Bank Sulut dan BNI.

"Sulawesi Utara merupakan provinsi dengan tingkat toleransi antar pemeluk agama tertinggi, sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan sosial dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Agus.

Hadir juga pada acara pemberian Perlindungan 35.000 Pekerja Lintas Agama di Provinsi Sulawesi Utara Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Wicaksono dan undangan lainnya.

Perwakilan MURI menyerahkan sertifikat MURI untuk rekor dunia sebagai daerah yang paling banyak mengikutsertakan pekerja sosial lintas agama dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Olly dan Agus.

Sejumlah 35.000 pekerja sosial lintas agama itu berasal dari organisasi kristen yang bernaung di GMIM, GMIST, GMIBM, GPDI, KGPM, dan GMAHK, serta dari lintas agama lainnya seperti Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu.

Pekerja sosial ini termasuk diantaranya pendeta, penjaga rumah ibadah, ustadz dan marbot masjid.

Tugas-tugas mereka meliputi pelayanan bagi terselenggaranya kegiatan ibadah di tempat ibadah masing-masing. "Risiko sosial seperti kecelakaan dan kematian bisa terjadi atas mereka sehingga dirasa perlu memberi perlindungan atas mereka," ujar Agus.

Agus memberikan apresiasi kepada jajaran Pemprov Sulawesi Utara yang dikomandoi oleh Olly Dondokambey SE selaku Gubernur Sulawesi Utara atas dukungan penuh pada program BPJS Ketenagakerjaan terutama pada capaian perlindungan bagi para pejuang lintas agama dalam hal perlindungan sosial bagi mereka.

"Kami berharap menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mendukung penuh perlindungan bagi semua pekerjanya dari risiko kerja," ucap Agus.

Melalui perlindungan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh wilayah di Indonesia bahwa para pekerja lintas agama dapat seiring sejalan dalam perlindungan jaminan sosial.

Sementara Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Wicaksono mengatakan jaminan sosial berlaku untuk semua jenis pekerjaan termasuk pekerja sosial keagamaan.

Keikutsertaan 35.000 pantas dimasukkan dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)

Terdapat 120 juta pekerja di Indonesia. "Anggaplah 7 juta penganggur, artinya masih banyak yang belum terdaftar karena yang terdaftar ddi BPJS Ketenagakerjaan baru 46 juta yg terdaftar," ujar Guntur.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan agar semuanya terdaftar dan terlindungi. Guntur mencatat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai 180 juta.

Sementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi keterbukaan tokoh-tokoh agama yang menerima program jaminan sosial karena selama ini mereka menyerahkan perlindungannya kepada sang khalik di atas.

Keterbukaan ini disambut pemerintah Provinsi Sulut dengan mengalokasikan dana untuk pembayaran premi bagi mereka.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026