KPU Gunung Kidul mencoret 33 bacaleg

id kpu gunung kidul

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Kidul (Foto Antara)

? ?Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencoret 33 bakal calon anggota legislatif karena tidak memenuhi syarat.

?"Total bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang diusung 15 partai politik peserta Pemilu 2019 sebanyak 492 orang. Akan tetapi, setelah diverifikasi datanya, ada 33 bacaleg dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat (TMS)," kata Ketua KPU Kabupaten Gunung Kidul Zaenuri Ikhsan di Gunung Kidul, Selasa.

?Penyebab TMS bacaleg tersebut dicoret, menurut Zaenuri Ikhsan, bermacam-macam, yakni mulai dari yang kurang surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), kurang ijazah, KTP belum elektronik, ada dugaan sakit jiwa, dan ada partai yang tidak memperbaiki dan berbagai kekurangan lainnya.

?Menurut dia, jika ada partai yang belum menerima hasil verifikasi tersebut, masih diberikan ruang untuk memprotes lewat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunung Kidul.

?"Besok pagi, Rabu (8/8), KPU mengundang pengurus parpol untuk menyampaikan hasil validasi data bacaleg. KPU juga menyampaikan kepada mereka hasil ini jika partai tidak menerima ada ruang memprotes lewat Bawaslu," kata Zaenuri.

?Ia menyebutkan ada delapan parpol yang bacaleg diusung semua memenuhi syarat (MS), yakni PDIP, Golkar, NasDem, PKS, PPP, PAN, Demokrat, dan PKPI.

?"Partai lama yang semua berkas bacalegnya MS. Mereka sudah berpengalaman dalam pendaftaran bacaleg," katanya.

?Bacaleg yang merupakan petahana ada 34 orang, yakni PKB ada satu orang, Gerindra ada lima orang, PDIP ada delapan orang, Golkar ada empat orang, NasDem ada dua orang, PAN ada empat orang, Hanura ada satu orang, dan Demokrat ada empat orang.

?"Sebanyak 34 orang dari 45 anggota DPRD Gunung Kidul periode 2014 s.d. 2019 mencalonkan kembali sebagai bacaleg," katanya.

?Terkait dengan keterwakilan perempuan sebagai bacaleg, kata Zaenuri, paling tinggi Partai Gerindra sebanyak 57,17 persen, PAN sebanyak 48,89 persen, dan PPP sebanyak 47,37 persen.

?"KPU mencoret kader laki-laki dalam satu dapil dari Partai Berkarya karena tidak ada keterwakilan perempuan," katanya.

?Usai tahapan itu, kata Zaenuri, pada hari Rabu (8/8) s.d. Jumat (10/8) akan menyiapkan atau validasi draf daftar calon sementara (DCS) agar dicermati oleh partai apa ada nama atau foto yang keliru.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar