
Pustral: efektivitas pembangunan infrastruktur perlu diperhatikan

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada Dwi Ardiantara Kurniawan mengatakan pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan efektivitas serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur bukan hanya mengejar 'output' tetapi juga dampak. Tidak hanya efisien, tetapi juga harus efektif," kata Dwi Ardiantara Kurniawan dalam diskusi bertajuk "Prioritas Pembangunan Jalan di Indonesia" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, mengacu laporan kinerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bahwa terdapat pencapaian yang cukup menggembirakan pada output perpanjangan infrastruktur jalan yang ditingkatkan, melampaui target hingga tiga kali lipat.
Penempatan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas, menurut dia, terlihat dari alokasi anggaran pembiayaan pada tahun 2018 yang mencapai 18,6 persen dari total belanja pemerintah.
Namun demikian, ia menilai masih ada beberapa indikator yang belum memenuhi target dalam pembangunan infrastruktur.
Selain itu, daya saing infrastruktur dan kualitas jalan juga masih tertinggal dari beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, serta Thailand.
"Sebagian besar indikator 'outcome" menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tetapi, indikatornya masih rendah dalam pemanfaatan infrastruktur," kata dia.
Biaya transportasi darat di Indonesia, kata dia, juga masih cukup tinggi dan konektivitas antarpusat kegiatan ekonomi masih terbilang rendah.
Hal itu, menurut Dwi, bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti kesenjangan antara kebutuhan dan realisasi, kualitas pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai standar, penggunaan yang berlebih dibanding standar, serta berbagai problem dalam perencanaannya.
"Perlu prioritas penanganan infrastruktur pada lokasi dan waktu yang tepat. Analisis prioritas dapat dilakukan pada level pemilihan program yang berdampak paling besar," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
