Diskominfo Sleman evaluasi implementasiI Program "Smart City"

id Sleman

Kantor Pemda Kabupaten Sleman (Foto ANTARA/ags) (Foto ANTARA/ags/)



Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Evaluasi Implementasi Program Smart city" yang diisi paparan dari dua narasumber, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sleman dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman, Kamis.

     

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, dalam paparannya mengatakan pihaknya telah menjalankan program 'smart city" di hampir semua lini kebijakan, baik dari segi kearsipan maupun perpustakaan.

     

'Untuk 'smart governance' contohnya kami melakukan pengembangan untuk sistem kearsipan melalui aplikasi Simarda, alih media arsip, Sistem Informasi Kearsipan Nasional, dan Sistem Informasi Kearsipan Statis," katanya.

     

Sedangkan dari sisi pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman juga mengembangkan beberapa pelayanan, seperti Genta Siaga, restorasi arsip, storyline Sleman, kunjung arsip, dan PPID.

     

"Pada 2019 kami menargetkan seluruh perangkat daerah di Sleman telah mengimplementasikan Simarda. Di tahun ini, telah diimplementasikan ke tujuh perangkat daerah yang akan dijadikan pilot project, sebelumnya ketujuh perangkat daerah ini juga telah menjalani bimtek," katanya.

     

Dari sisi pelayanan kearsipan, Ayu menggarisbawahi program Genta Siaga atau Gerakan Cinta Arsip Keluarga. Program ini disusun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sleman dalam mengelola arsip-arsip pribadi keluarga agar tersimpan dengan baik.

     

"Kegiatan ini sudah berlangsung dari 2016, dan pada 2018 ini targetnya adalah 13 dusun di Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati," katanya.

     

Ayu mengaku, di bidang perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman juga telah mengupayakan perpustakaan berbasis IT melalui 'Online Public Access Catalog" (OPAC), e-book Sleman, Sleman One Search, dan Layanan Sirkulasi Mandiri.

     

Pengembangan sistem berupa aplikasi juga tengah dijalankan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

     

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan bahwa aplikasi sistem kebencanaan sedang dalam proses pengembangan.

     

"Sleman Disaster Information System ini baru dirancang, nantinya masyarakat bisa tahu jarak mereka dengan puncak Gunung Merapi dan jarak itu termasuk aman atau tidak nanti akan ada notifikasinya," katanya.

     

Ia mengatakan, "Sleman Disaster Information System" ini nantinya dapat diakses masyarakat maupun anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.

     

"Anggota TRC langsung bisa menuju lokasi bencana dengan mengacu pada peta yang ada di aplikasi," katanya.

     

Sedangkan Wing Wahyu Winarno dari Tim SPBE Kemenpan RB yang sekaligus menjabat sebagai Tim Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Strategis Jogja Smart Province, menanggapi dua paparan perangkat daerah di Sleman ini.

     

Menurut dia, sistem-sistem yang disusun Sleman telah cukup mencakup hal-hal yang diperlukan.

   

 "Apabila antarsistem ini bisa saling memberi informasi dan saling terkorrdinasi dengan baik saya kira masyarakat bisa menjadi lebih mudah mendapatkan informasi yang komprehensif dan juga bupati pun jajarannya bisa lebih cepat lagi dalam pengambilan keputusan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar