Logo Header Antaranews Jogja

Bantul peroleh kiriman 2.000 blangko KTP elektronik

Senin, 21 Januari 2019 21:26 WIB
Image Print
Ilustrasi, mengurus pembuatan E-KTP (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah memperoleh kiriman sebanyak 2.000 blangko untuk mencetak kartu tanda penduduk elektronik dari pemerintah pusat.

"Alhamdulillah untuk blangko KTP elektronik sudah dikirim, memang yang dikirim dari Jakarta tidak langsung banyak, terakhir Jumat (18/1) kemarin dapat sekitar 2.000 blangko," kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bantul Sutinah di Bantul, Senin.

Menurut dia, kiriman blangko untuk bahan pencetakan identitas penduduk dari pusat atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Januari ini bukan pertama, sebelumnya juga menerima sekitar 1.000 blangko, karena memang Bantul masih kekurangan blangko.

"Kiriman blangko tidak sekaligus, karena informasinya (blangko dari pusat) dibagi seluruh Indonesia, kalau di Bantul yang siap cetak itu sekitar 10.000an (KTP), kemudian yang dari aplikasi cekatan (cetak KTP el tanpa antrean) sudah sekitar dua ribuan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, total data administrasi kependudukan yang sudah terekam data dan siap untuk cetak KTP elektronik sekitar 12 ribuan keping, sehingga dengan tambahan blangko tersebut Bantul masih mengalami kekurangan.

"Sampai saat ini blangko KTP elektronik yang tersisa sebanyak sekitar 900 blangko, padahal (KTP elektronik) yang harus dicetak dari yang siap cetak sama dalam aplikasi cekatan masih banyak, sebagian memang sudah dicetak," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bantul Bambang Purwadi sebelumnya mengatakan, karena blangko KTP el belum terdistribusikan semua, maka warga yang melakukan rekaman data diberikan surat keterangan (Suket) telah rekaman untuk menunggu KTP dicetak.

"Jadi Suket itu dikeluarkan sementara hanya untuk menunggu blangko KTP, paling lama nunggu selama enam bulan," katanya.

Dia juga mengatakan, sambil menunggu kiriman blangko KTP elektronik, pihaknya juga terus melakukan rekaman data penduduk bagi warga Bantul yang belum melakukan rekaman, karena sampai saat ini masih ada seribu lebih warga yang belum melakukan rekaman data.



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026