Alex Abbad bikin rumah burung

id Alex abbad

Alex Abbad bikin rumah burung

Alex Abbad ditemui saat peluncuran buku "Dear Jane" di Jakarta, Minggu (12/5/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Selain sibuk berakting dan menghadiri banyak acara, aktor Alex Abbad juga tengah giat melakukan hal lain untuk mewujudkan impiannya dengan membuat rumah burung. Kenapa rumah burung?

"Impian saya adalah supaya burung-burung itu tidak dipenjarakan. Karena kita biasa berpikir itu adalah salah satu tempat untuk membesarkan mereka. Jadi saya buat sarang burungnya enggak pakai tutup jadi mereka bisa datang dan pergi," kata Alex saat berbincang di Jakarta, Minggu.

Pemain "My Stupid Boss" itu, membuat rumah burung menggunakan kayu bekas dan didesain agar bisa diletakkan di pohon. Rumah burung itu juga dilengkapi tempat menaruh biji-bijian.

Menurut Alex, seiring dengan bertambahnya penduduk dan pembangunan tempat tinggal, burung-burung kehilangan tempat tinggal alami mereka di pepohonan

"Biasanya tinggal di pohon sekarang harus mengisi bagian-bagian gedung atau genteng. Jadi, paling tidak kita tidak mengurung mereka lagi. Menurut saya ada baiknya kita membuat mereka kembali menjadi bagian dari ekosistem," tutur Alex.

"Itu adalah impian saya, bukan bikin sarang burungnya tapi bikin sarang burung adalah salah satu caranya. Kita share tempat dan kita share makanannya," katanya.
 
Sarang burung "Hinggap" yang diproduksi Alex Abbad (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)


Alex mengaku selalu membawa rumah burung buatannya ke mana pun dia pergi. Dia juga tidak ragu untuk memberikannya secara cuma-cuma jika ada seseorang yang dianggapnya pantas untuk merawat burung.

"Kalau saya pergi ke luar kota atau luar negeri, saya bawa. Nanti saya kasih teman saya yang saya pikir bisa jaga burungnya. Jadi saya kasih, terus nanti mereka yang kasih makan burungnya. Jadi ke mana-mana saya bawa," ujarnya.

Tempat burung yang diberi nama "Hinggap" itu dijual dengan harga mulai dari Rp175 ribu - Rp350 ribu. Menurut Alex dengan semakin banyak yang membeli, maka dia bisa memproduksi lebih banyak lagi.

"Saya jual supaya bisa bikin lagi. Saya pakainya kayu limbah dari sisa-sisa kayu yang tidak terpakai jadi saya nunggu sisa. Saya enggak mau nebang pohon atau beli kayu baru," kata pemain "Buffalo Boys" itu.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar