Linda Hamilton alam krisis eksistensi saat kembali ke 'Terminator'

id film,linda hamilton,terminator

Linda Hamilton alam krisis eksistensi saat kembali ke 'Terminator'

Linda Hamilton., pemeran Sarah Connor dalam film ‘Terminator’ . (reuters.com)

Hamilton (63) bertemu kembali dengan Arnold Schwarzenegger dan sutradara James Cameron untuk film “Terminator: Dark Fate” yang diputar di bioskop AS mulai Jumat lalu.
Los Angeles (ANTARA) - Linda Hamilton membentuk sebuah standar baru untuk pahlawan wanita dalam film aksi lebih dari 30 tahun lalu, tetapi kembalinya Linda ke film franchise ‘Terminator’ menunjukkan lebih dari sekadar pendalaman karakter.

Hamilton (63) bertemu kembali dengan Arnold Schwarzenegger dan sutradara James Cameron untuk film “Terminator: Dark Fate” yang diputar di bioskop AS  mulai Jumat lalu.

“Aku merasa mengalami krisis eksistensi pada awal film, saat  aku muncul dan merasa kebingungan,” ucap Hamilton.

“Aku tidak pernah merasa sekesepian itu selama hidup, dan sepertinya bukan cerminan apa yang ada di lokasi set dan sekitarku. Itu adalah perasaan dari dalam diriku,” imbuh aktris tersebut.

Baca juga: "A Beloved Wife", film tentang dinamika hubungan suami istri

Dibuat dua dekade setelah ia memerankan Sarah Connor sebagai seorang ibu perkasa yang melawan robot masa depan untuk menyelamatkan putra remajanya di film “Terminator 2: Judgment Day” pada 1991, film barunya menceritakan Connor bekerja sama dengan manusia masa depan untuk menyelamatkan para pekerja pabrik di Meksiko dari serangan robot masa depan.

Hamilton mengutarakan bahwa ia membentuk tubuhnya selama setahun terakhir untuk perannya serta masuk ke dalam kepala Sarah, dalam kekecewaannya, dukanya, rasa bersalahnya, dan hal berat lain yang ada di pikirannya.

Hamilton, yang menikah dengan Cameron pada 1997 sampai 1999, membantah bahwa perannya sebagai Connor telah membuka jalan untuk peran wanita-wanita kuat dalam film.

“Itu hanyalah seorang aktris memainkan perannya, dan waktunya juga pas. Bukan berarti penampilan saya tidak bagus, hanya saja dunia sedang siap menerimanya. Jadi saya terus berusaha mengimbangi peran tersebut tanpa berpikir diri saya sebagai seorang ikon,” ujarnya.

Baca juga: 'Jojo Rabbit' film satire Hitler gabungkan humor gelap dan imbauan toleransi

Hamilton menyatakan bahwa ia ingin segera kembali ke kehidupan yang ia sebut ‘tidak terlihat’ di rumahnya di New Orleans.

“Ketika film ini diluncurkan, saya hanya akan menghilang untuk sementara waktu,” ucap Hamilton seperti dikutip reuters.com

“Saya tidak ingin menjadi orang seperti itu (Sarah Connor) di lingkungan saya. Mari berbicara tentang anjing dan kucing kami, serta anak-anak yang baru lahir di sekitar kami. … Saya telah membangun hidup yang sangat nyata dan asli untuk diri saya sendiri, dan saya tidak ingin semuanya berubah saat pulang ke rumah.”
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar