'Jojo Rabbit' film satire Hitler gabungkan humor gelap dan imbauan toleransi

id film,jojo rabbit,nazi,hitler

'Jojo Rabbit' film satire Hitler gabungkan humor gelap dan imbauan toleransi

Salah satu pemeran, Scarlett Johansson, menghadiri pemutaran perdana film “Jojo Rabbit” di Los Angeles, California, AS. (reuters.com)

Kita perlu mendidik anak-anak kita tentang toleransi dan terus mengingatkan diri kita sendiri bahwa tidak ada tempat untuk kebencian di dunia ini.
Los Angeles (ANTARA) - Sutradara film asal Selandia Baru, Taika Waititi mengatakan bahwa dirinya menyukai tantangan dan karya satirnya tentang Adolf Hitler dan budaya Nazi mungkin menjadi karyanya yang paling berisiko sekaligus paling sukses.

Film “Jojo Rabbit”, yang mana Waititi bertindak sebagai penulis, sutradara, sekaligus pemeran Adolf Hitler, menggabungkan humor gelap dan konyol dengan imbauan serius untuk toleransi sebagai penawar kebencian.

Film tersebut mulai diputar di bioskop AS pada Jumat ini setelah memenangi penghargaan bergengsi di Festival Film Toronto pada September, yang biasanya menjadi ajang pembuktian untuk kemenangan Oscar.Baca juga: "Perempuan Tanah Jahanam", kengerian yang tak berkesudahan



“Jojo Rabbit” menceritakan tentang seorang anak berusia 10 tahun asal Jerman (Jojo) menjelang akhir Perang Dunia II yang merupakan seorang Nazi fanatik dan teman imajinernya adalah Hitler. Dunia Jojo jungkir balik ketika dia menemukan ibunya menyembunyikan seorang gadis Yahudi di loteng  rumah mereka.

Waititi memiliki ibu seorang Yahudi dan ayah seorang Maori.

"Kita perlu mendidik anak-anak kita tentang toleransi dan terus mengingatkan diri kita sendiri bahwa tidak ada tempat untuk kebencian di dunia ini.”

Karya Waititi meliputi parodi musikal di TV Selandia Baru “Flight of the Conchords” hingga film superhero “Thor: Ragnarok”.
Baca juga: Hubungan ibu-anak dituangkan dalam film "Maleficent: Mistress of Evil"

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar