Inggris mengajak NU dan Muhammadiyah ikut melawan perubahan iklim lewat agama

id NU, muhammadiyah,perubahan iklim,KTT pemimpin agama dunia,COP26

Inggris mengajak NU dan Muhammadiyah ikut melawan perubahan iklim lewat agama

Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dalam webinar "Kekerasan Berbasis Gender Online di Tengah Pandemi" yang digelar Kedutaan Inggris di Jakarta, Rabu (16/12/2020). (ANTARA/Suwanti)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, menyatakan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bersedia ikut serta dalam upaya para pemimpin agama dunia untuk memerangi perubahan iklim.

Dalam pertemuan terpisah pada pekan ini, Jenkins bersama Kuasa Usaha Kedutaan Italia Giovanni Brignone mendorong kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menerima undangan Paus Fransiskus untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pemuka agama.

"Saya ingin sekali melihat NU dan Muhammadiyah berpartisipasi dalam KTT ini di Roma pada 4 Oktober dan pada COP26 pada 1-12 November di Glasgow. Saya sangat senang karena kedua organisasi tersebut telah menyatakan antusiasme mereka," kata Jenkins dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat.

"Peran kedua organisasi ini akan berdampak sangat signifikan jika mereka dengan sepenuh hati menyuarakan dukungan dalam perang melawan perubahan iklim. Semua agama besar di dunia mencatat kewajiban moral umat manusia untuk melindungi ciptaan Tuhan," kata dia menambahkan.

Tahun ini, Inggris dan Italia akan menjadi penyelenggara bersama KTT Perubahan Iklim, COP26. Kedua negara itu berpendapat bahwa organisasi keagamaan di dunia berperan penting dalam isu global yang memerlukan upaya seluruh masyarakat tersebut.

Menurut Jenkins, NU dan Muhammadiyah dapat terlibat serta berdiskusi dengan anggotanya mengenai langkah-langkah kontribusi yang bisa dilakukan untuk mencapai target emisi nol bersih.

Mengingat NU dan Muhammadiyah mempunyai rasio jamaah yang besar dibandingkan total populasi Indonesia--yang pada 2020 dilaporkan sebanyak hampir 270 juta jiwa, Jenkins berharap peran kedua organisasi itu akan "mendorong lebih banyak orang Indonesia untuk mengambil tindakan dalam melindungi planet".
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar