
Dolar AS meroket

New York (ANTARA) - Dolar AS naik ke level tertinggi hampir empat minggu terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS meningkat pada Mei.
Dalam 12 bulan hingga Mei, IHK (Indeks Harga Konsumen) meningkat 8,6 persen setelah naik 8,3 persen pada April. Para ekonom memperkirakan bahwa tingkat IHK tahunan mencapai puncaknya pada April.
Laporan inflasi diterbitkan menjelang kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua yang diantisipasi dari Fed pada Rabu depan (15/10/2022). Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya dengan tambahan setengah poin persentase pada bulan Juli. Fed telah menaikkan suku bunga overnight sebesar 75 basis poin sejak Maret.
"Inflasi sekarang berada pada level tertinggi 40 tahun dengan sedikit bukti bahwa inflasi telah mencapai puncaknya," kata John Doyle, wakil presiden transaksi dan perdagangan di Monex USA.
"Saham memperpanjang kerugian karena ekspektasi The Fed dapat menemukan ruang untuk mempercepat kenaikan suku bunga. Greenback naik karena divergensi kebijakan dan perdagangan risk-off (penghindaran risiko)," kata Doyle.
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,8 persen pada 104,16, tertinggi sejak 17 Mei, dan mendekati 105,01, tertinggi dua dekade yang disentuh pada pertengahan Mei.
Untuk minggu ini, indeks dolar naik hampir 2,0 persen, kinerja mingguan terbaiknya dalam 6 minggu.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
