
Terperosok, dolar AS

New York (ANTARA) - Dolar AS tergelincir pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB dan membukukan penurunan mingguan pertama bulan ini, karena para pedagang mengurangi taruhan di mana suku bunga dapat mencapai puncaknya dan mengedepankan pandangan mereka tentang waktu penurunan suku bunga untuk melawan kemungkinan resesi.
Faktor signifikan minggu ini adalah jatuhnya harga-harga minyak dan komoditas, yang telah meredakan kekhawatiran inflasi dan memungkinkan pasar ekuitas untuk pulih. Ini telah mengikis tawaran safe-haven yang telah mendorong dolar lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya.
"Turunnya harga-harga komoditas dapat membantu menarik angka inflasi utama ke bawah - terutama ke bulan-bulan musim gugur - mengurangi kebutuhan akan pengetatan moneter yang agresif," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di perusahaan pembayaran Corpay di Toronto.
Dana Fed (fed fund) berjangka AS pada Jumat (24/6/2022) memperkirakan probabilitas 73 persen untuk kenaikan 75 basis poin pada pertemuan Juli. Tetapi untuk September pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan hanya 50 basis poin.
Pasar juga memperkirakan suku bunga fed fund 3,31 persen pada Jumat (24/6/2022), dari 3,51 persen seminggu yang lalu.
Pada perdagangan sore di New York, indeks dolar, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,2 persen menjadi 104,013.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
