Logo Header Antaranews Jogja

Merangkak naik, dolar AS

Kamis, 30 Juni 2022 06:55 WIB
Image Print
Ilustrasi - Uang kertas dolar AS, franc Swiss, pound Inggris dan euro. ANTARA/REUTERS/Kacper Pempel/aa.

Washington (ANTARA) - Euro melemah dan dolar naik pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan risiko terbesar ekonomi AS adalah inflasi yang terus-menerus dan bukan karena kenaikan suku bunga akan memperlambat ekonomi.

Berbicara di Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal, Powell mencatat bahwa rekayasa pengetatan kebijakan untuk menghindari resesi AS tentu mungkin, tetapi tidak dijamin.

"Powell, bagi saya, terdengar cukup hawkish. Dia berbicara tentang keinginan untuk menduduki lebih dulu atau mendahului kenaikan ekspektasi inflasi yang tidak diinginkan," kata Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo di New York.

"Saya pikir itu mungkin sedikit menyimpang dari persepsi pasar dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka akan bereaksi terhadap ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, dan tampaknya mereka akan proaktif daripada reaktif."

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,593 persen menjadi 105,070 karena investor mencari keamanan di aset AS ketika saham jatuh secara global di tengah meningkatnya risiko resesi. Namun demikian, indeks dolar tetap di bawah tertinggi dua dekade di 105,79 yang dicapai dua minggu lalu.




Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026