Logo Header Antaranews Jogja

Terjerambab, dolar AS

Jumat, 1 Juli 2022 07:41 WIB
Image Print
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

New York (ANTARA) - Dolar tergelincir pada akhir perdagangan Jumat pagi karena pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi AS dan angka inflasi Mei lebih baik dari perkiraan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, melemah 0,40 persen menjadi 104,6860.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0483 dolar AS dari 1,0444 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2182 dolar AS dari 1,2119 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,6907 dolar AS dari 0,6875 dolar AS.

Dolar AS dibeli 135,55 yen Jepang, lebih rendah dari 136,54 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9535 franc Swiss dari 0,9552 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2871 dolar Kanada dari 1,2895 dolar Kanada.

Di sisi ekonomi, Departemen Perdagangan melaporkan pada Kamis (30/6/2022) bahwa inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 0,6 persen pada Mei untuk kenaikan 6,3 persen tahun-ke-tahun, keduanya lebih baik dari ekspektasi pasar




Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026