Logo Header Antaranews Jogja

Naik tipis, harga minyak

Sabtu, 20 Agustus 2022 06:47 WIB
Image Print
Ilustrasi harga minyak dunia. ANTARA/Shutterstock/aa

New York (ANTARA) - Minyak berjangka naik tipis dalam perdagangan yang fluktuatif pada akhir transaksi Sabtu pagi WIB tetapi tetapi turun untuk minggu ini karena dolar AS yang lebih kuat dan kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan melemahkan permintaan minyak mentah.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah 27 sen atau 0,3 persen, menjadi menetap di 90,77 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 13 sen atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 96,72 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk minggu ini, patokan minyak mentah AS turun 1,4 persen, sementara Brent turun 1,5 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Harga minyak turun 1,5 persen untuk minggu ini karena kegelisahan resesi.

Minyak sempat melonjak di tengah komentar Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin yang mengatakan dorongan untuk menaikkan suku bunga juga perlu diimbangi dengan dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian.

Tetapi minyak mentah memangkas kenaikannya karena kekhawatiran investor tentang kenaikan suku bunga yang akan datang menetap kembali.

Penguatan dolar AS mencapai level tertinggi lima minggu, yang juga membatasi kenaikan minyak mentah karena membuat minyak lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.

"Meskipun kompleks minyak telah mampu mengabaikan dolar yang kuat pada setiap sesi tertentu, tren dolar yang kuat yang diperpanjang akan menimbulkan hambatan besar terhadap kenaikan harga minyak yang berkelanjutan," Jim Ritterbusch, dari perusahaan penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

Haitham Al Ghais, sekretaris jenderal baru Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan kepada Reuters bahwa dia optimis tentang permintaan minyak hingga 2023.

OPEC ingin memastikan Rusia tetap menjadi bagian dari kelompok OPEC+, kata Al Ghais menjelang pertemuan 5 September.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga minyak sedikit lebih tinggi, tetapi catat kerugian mingguan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026