Logo Header Antaranews Jogja

Loyo, kurs rupiah

Kamis, 6 Oktober 2022 10:43 WIB
Image Print
Ilustrasi: Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama.)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah di tengah ekspektasi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) akan mulai menahan kenaikan suku bunga.

Rupiah pagi ini melemah tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp15.200 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.193 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan, nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS.

"Penguatan rupiah ini ditopang oleh konsolidasi dolar AS karena ekspektasi The Fed bakal mulai menahan kenaikan suku bunganya akibat perlambatan yang mulai terjadi di perekonomian AS," ujar Ariston.

Beberapa waktu lalu data aktivitas manufaktur AS bulan September menunjukkan penurunan. Indeks manufaktur AS yang dilaporkan oleh Institute for Supply Management turun menjadi 50,9, lebih rendah dari estimasi 52,2 dan periode sebelumnya di level 52,8.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah berpeluang menguat, di tengah ekspektasi Fed tahan bunga naik



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026