Logo Header Antaranews Jogja

Ini empat hal pelajaran penting santri

Senin, 10 Oktober 2022 04:03 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela meresmikan gedung asrama putra di Pondok Pesantren Al Fattah, Sidoarjo, Minggu.  (ANTARA/ Indra Setiawan)

Sidoarjo (ANTARA) -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan empat hal dalam proses belajar mengajar, terutama bagi santri yakni ta'lim (pengajaran), tadris (pembelajaran), ta'dib (kesantunan) dan tarbiyah (pengasuhan).
"Empat konsep pendidikan tersebut dilaksanakan dengan tujuan membentuk manusia yang berakhlakul karimah sekaligus pintar dan benar," ujarnya di sela meresmikan gedung asrama putra di Pondok Pesantren Al Fattah, Sidoarjo, Minggu.

Ia mengatakan, ketika di pesantren yang berbasis asrama maka tarbiyah atau proses pengasuhan bisa berjalan lebih intens. Kemudian ta'dib, atau proses keberadaban atau kesantunan bisa dijaga, diintroduksi dan diamalkan secara lebih intens.
"Oleh karena itu harapannya adalah ketika ada profesional dari berbagai sektor maka penguatan dari sisi kesantunan atau keberadaban sangatlah penting. Termasuk kekuatan dari pengasuhan itu juga penting," ujarnya.
Empat item format pendidikan ini, kata Gubernur Khofifah, jika dikemas dalam pendidikan di pesantren menjadi sebuah lembaga yang dapat menghadirkan Islam rahmatan lil alamin.
Artinya, lanjut dia, Islam yang meneteskan dan menyemai damai dan kasih bagi seluruh alam membangun hubungan harmoni antara manusia dengan manusia juga antara manusia dengan alam.
"Menyemai kasih bagi lingkungan hidup berarti tidak merusak lingkungan. Misalnya untuk mewujudkan target net zero emisi, maka bagaimana hubungan antara manusia dengan alam itu bisa dibangun," ujarnya.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Khofifah sampaikan empat hal pembelajaran santri



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026