Logo Header Antaranews Jogja

Unpar-Pemkot riset pluralisme Kampung Labirin

Selasa, 11 Oktober 2022 06:24 WIB
Image Print
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Rektor Unpar Mangadar Situmorang saat mengunjungi Vihara Maha Brahma di Kampung Labirin, Kota Bogor, Senin (10/10/2022). (ANTARA/Linna Susanti)

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, dan Universitas Katolik Parahyangan riset pluralisme di Kampung Labirin, Kebon Jukut, Kelurahan Babakanpasar, Kecamatan Bogor Timur yang terjaga cukup lama untuk dikembangkan di daerah lain.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut kedatangan Rektor Unpar Mangadar Situmorang di Kampung Labirin, Kota Bogor, Senin, untuk memperkenalkan keberagaman masyarakat di daerah itu sebagai lokasi riset bersama akademisi dan mahasiswa.

"Kampung ini tidak jauh dari lokasi Pak Presiden di Istana Bogor. Masyarakat di sini beragam dan rukun. Kenapa disebut labirin, karena kondisinya begini, banyak jalan kecil, saya sendiri enggak hafal kalau keluar sendiri dari sini," ungkap dia.

Bima mengajak Rektor Unpar Mangadar Situmorang berkeliling kampung untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Ia membawa rombongan Unpar ke Wihara Maha Brahma yang sering kali dijadikan tempat merangkul kebersamaan masyarakat pada hari-hari besar keagamaan.

Dia mengatakan Kawasan Suryakencana terkenal menjadi lokasi kuliner bermacam kultur, seperti masakan Tionghoa dan Sunda.

Sebagai tempat tinggal, katanya, warga di kawasan ini, termasuk Kampung Labirin, saling menghormati keberagaman.

Penelitian bersama antara tim Pemerintah Kota Bogor dengan Universitas Katolik Parahyangan salah satunya bertujuan mengetahui nilai-nilai apa yang membuat warga dapat rukun berdampingan.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026