
Santri miliki sejarah panjang turut perjuangkan kemerdekaan

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa santri memiliki sejarah panjang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bupati Bantul usai menghadiri Apel Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu, mengatakan bahwa Presiden Jokowi menetapkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri sebagai hari peringatan nasional yang setiap tahun diperingati.
"Jadi intinya para santri hari ini memiliki sejarah, mereka memiliki sejarah panjang di dalam turut memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan para santri saat ini harus menjaga persatuan, kesatuan, dan kebinekaan Indonesia.
Bupati mengatakan dulu terjadi peristiwa sejarah sangat penting bagi proses kemerdekaan RI karena saat itu para kiai dan santri berkumpul di Surabaya untuk menentukan sikap, yaitu dikenal dengan nama "Resolusi Jihad Santri".
"Di mana resolusi jihad santri ini sebagai bentuk konsolidasi para santri di pondok pesantren ikut berjuang melawan penjajah," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia berharap para santri terus menuntut ilmu dengan tekun dan belajar. Jangan hanya belajar agama belaka, tetapi harus belajar mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Santri harus mencintai bangsa dan Tanah Air karena santri memiliki tuntunan sejarah, yakni turut menyelamatkan bangsa negara Indonesia dan melindungi kebinekaan Indonesia," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
