Logo Header Antaranews Jogja

Melonjak, harga minyak di pasaran

Rabu, 2 November 2022 05:24 WIB
Image Print
Pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di ladang minyak Daqing di Provinsi Heilongjiang, China, 22 Agustus 2019. ANTARA/REUTERS/Stringer/pri.

New York (ANTARA) - Melonjak harga minyak di pasaran Rabu pagi WIB karena para pedagang menunggu data stok bahan bakar AS di tengah optimisme bahwa China..

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat 1,84 dolar AS atau 2,1 persen, menjadi menetap di 88,37 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari bertambah 1,84 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi ditutup di 94,65 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis laporan status minyak mingguan pada Rabu waktu setempat. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan laporan tersebut menunjukkan penurunan 1,6 juta barel dalam pasokan minyak mentah AS selama pekan yang berakhir 28 Oktober.

Pedagang juga memperhatikan Federal Reserve ketika bank sentral AS akan membuat pengumuman suku bunga pada Rabu sore waktu setempat saat mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Pengetatan kebijakan agresif oleh bank sentral utama untuk menjinakkan inflasi telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi resesi dan dampaknya terhadap permintaan energi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak naik jelang data persediaan AS dan optimisme permintaan China



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026