Logo Header Antaranews Jogja

Loyo, kurs rupiah terhadap dolar AS

Rabu, 2 November 2022 11:48 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di Valuta Inti Prima, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/aa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah seiring pelaku pasar yang masih mengantisipasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

Rupiah pagi ini melemah 27 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp15.655 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.628 per dolar AS.

"Rupiah akan sulit menguat karena pasar mengantisipasi hasil keputusan The Fed dini hari nanti," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,11 persen (month-to-month/mtm) pada Oktober 2022 atau adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,87 pada September menjadi 112,75.

Penyumbang deflasi pada Oktober utamanya berasal dari penurunan harga komoditas cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, tomat dan bawang merah.

Dengan terjadinya deflasi pada Oktober, maka inflasi tahun kalender Oktober 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 4,73 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 sebesar 5,71 persen.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah melemah, pasar antisipasi kebijakan moneter bank sentral AS



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026