Logo Header Antaranews Jogja

Bappeda Kulon Progo lakukan verval data kemiskinan ekstrem

Rabu, 2 November 2022 14:32 WIB
Image Print
Pemkab Kulon Progo menggalakkan bedah rumah bagi warga miskin. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data kemiskinan ekstrem hasil survei Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di wilayah ini sebesar 90.020 jiwa.

Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kulon Progo Eka Pranyata di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Pemkab Kulon Progo menerima data kemiskinan ekstrem dari Kemenko PMK pada pertengahan Oktober 2022 sebanyak 90.020 jiwa.

"Data yang kami terima 90.020 jiwa berbeda dengan hasil survei Kemenko PMK pada Maret 2022, bahwa angka kemiskinan ekstrem di Kulon Progo sebesar 3,44 persen atau kurang lebih 15.000 jiwa. Untuk itu, kami melakukan verval di seluruh desa di Kulon Progo," kata Eka Pranyata.

Verval adalah verifikasi dan validasi data kemiskinan/data terpadu kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan saat ini dari tim koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kabupaten meminta bantuan lurah/kades untuk melakukan verifikasi dan validasi data tersebut dengan target satu bulan, yakni sampai dengan akhir November ini.

Pemkab Kulon Progo menetapkan 10 desa yang tersebar di empat kecamatan menjadi proyek percontohan pengendalian kemiskinan ekstrem. Empat kecamatan tersebut, Kokap, Sentolo, Pengasih dan Samigaluh.

Empat kecamatan ini memiliki angka kemiskinan sangat tinggi di Kabupaten Kulon Progo.

"Kami belum bisa menyebutkan akan kemiskinan ekstrem di Kulon Progo, kami masih melakukan verifikasi dan validasi data di tingkat desa," katanya.

Eka Pranyata mengatakan tujuan dari verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem ini untuk menentukan layak atau tidak layak kemiskinan ekstrem.

Kriteria miskin ekstrem adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, yakni makan, minum air bersih, sanitasi layak kesehatan, tempat tinggal, pendidikan yg menurut PBB kurang dari 1,99 dolar AS per orang per hari.

Sebesar 1.99 Dolar Amerika Serikat dirupiahkan sama dengan Rp30.234,07.

Data verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem sebagai acuan dalam pola intervensi program penanganan kemiskinan ekstrem.

"Kalau intervensinya kita menunggu hasil verifikasi dan validasi karena setiap keluarga intervensinya akan berbeda," katanya.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana mengatakan program penanganan kemiskinan ekstrem, Pemkab Kulon Progo memfokuskan program pengentasan kemiskinan di empat kecamatan/kapanewon, yakni Samigaluh, Pengasih, Kokap dan Sentolo pada pada 2022 ini.

Dari empat kecamatan tersebut ada 10 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

"Di empat kecamatan tersebut angka kemiskinan sangat besar, dibandingkan kecamatan lainnya," katanya.

Nantinya, program pengentasan kemiskinan terpadu akan dipusatkan di sana, dan akan dievaluasi sejauh mana dampak program tersebut dalam menurunkan angka kemiskinan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki data kemiskinan lengkap.

"Nanti akan kami evaluasi apakah program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Dampak program tersebut bisa dilihat dalam satu tahun," katanya.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026