Logo Header Antaranews Jogja

Terpuruk, harga emas

Kamis, 17 November 2022 07:03 WIB
Image Print
Pramuniaga menunjukkan emas untuk investasi atau batangan Antam di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Kamis (10/3/2022). Pengusaha emas setempat mengatakan fluktuasi harga emas yang cenderung meningkat dan berada di kisaran Rp1.012.000 per gram akibat dipengaruhi krisis perang Rusia - Ukraina membuat transaksi buyback atau pembelian kembali dalam dua pekan terakhir meningkat hingga 13 persen. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc. (ARI BOWO SUCIPTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Chicago (ANTARA) - Terpuruk di pasaran harga emas turun tipis pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB karena aksi ambil untung.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, menyusut satu dolar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.775,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan kisaran teratas sesi 1.788,20 dolar AS dan terendah di 1.773,40 dolar AS.

Emas berjangka turun tipis 0,10 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.776,80 dolar AS pada Selasa (15/11/2022), setelah terdongkrak 7,50 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.776,90 dolar AS pada Senin (14/11/2022), dan menguat 15,70 dolar AS atau 0,9 persen menjadi 1.769,40 dolar AS pada Jumat (11/11/2022).

Permintaan untuk aset-aset safe haven tradisional emas meningkat setelah rudal buatan Rusia jatuh di bagian timur Polandia dan menewaskan dua orang.

Insiden itu menandai pertama kalinya senjata Rusia menghantam wilayah NATO, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai "eskalasi perang yang sangat signifikan".

Para anggota NATO mengatakan mereka sedang meninjau insiden itu, dan memperingatkan konsekuensi atas serangan itu jika memang disengaja.

Harga emas melonjak ke level tertinggi dua tahun selama hari-hari awal invasi Rusia ke Ukraina awal tahun ini. Eskalasi konflik berpotensi menaikkan harga logam kuning lagi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas turun satu dolar setelah melonjak dipicu ledakan di Polandia



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026