Logo Header Antaranews Jogja

Naik signifikan, dolar AS

Rabu, 7 Desember 2022 05:30 WIB
Image Print
Petugas jasa penukaran uang asing Valuta Artha Mas menghitung pecahan 100 dolar AS di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (28/2). (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

New York (ANTARA) - Dolar AS hampir tidak berubah terhadap euro dan yen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah kenaikan kuat sehari sebelumnya, dengan investor mencoba memposisikan untuk kenaikan suku bunga yang diperkirakan minggu depan dari Federal Reserve AS.

Dolar Australia turun sedikit. Dolar Australia naik di awal sesi setelah bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga untuk kedelapan kalinya dalam beberapa bulan.

Data Senin (5/12/2022) menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November mendorong spekulasi Fed akan menaikkan suku bunga lebih besar dari yang diproyeksikan baru-baru ini. Pedagang saat ini memperkirakan kenaikan setengah poin dari Fed minggu depan dan mereka memproyeksikan suku bunga terminal sedikit di atas 5,0 persen pada Mei.

"Tidak banyak insentif baru," kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York. "Ada banyak aksi harga kemarin, dan kami hanya mengkonsolidasikannya, dengan fokus besar pada pertemuan Fed minggu depan."

Kalender pekan depan juga mencakup rilis data indeks harga konsumen utama untuk November.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar naik tipis setelah lonjakan hari sebelumnya, investor tunggu Fed



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026