Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengatakan semasa hidup budayawan Betawi Ridwan Saidi merupakan sosok budayawan, politisi, sejarawan dan aktivis yang kritis namun tetap santun dalam menyampaikan masukan kepada pemerintah.
"Orangnya egaliter, gaya bicaranya berintonasi kuat tetapi sangat humoris sambil mengejek apa dan siapa yang dikritiknya," kata Didik J Rachbini melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Di jagat politik nasional, kata Didik, suara Ridwan Saidi semasa menjadi wakil rakyat di Senayan dikenal cukup nyaring. Kritik budayawan itu lebih lunak lewat status formalnya sebagai anggota DPR sehingga tidak pernah sedikit pun ada indikasi akan ditangkap oleh pemerintahan pada saat itu.
Waktu itu, kata Didik, kekuatan oposisi tidak begitu berarti di tengah kekuatan politik otoriter. Akan tetapi, kritik-kritik yang dilontarkan memberi pelajaran bahwa dalam demokrasi harus ada suara lain yang berbeda dan mungkin bisa menjadi alternatif.
"Simbol kritik yang menggema secara nasional itu ada pada figur Ridwan Saidi," kenang Didik.
Ia menilai Ridwan Saidi tidak pernah menyesal berada di luar lingkar kekuasaan karena sikap kritisnya. Budayawan Betawi tersebut adalah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lulusan Universitas Indonesia yang ditempa sejarah aktivisme sangat panjang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rektor Paramadina: Ridwan Saidi budayawan kritis namun santun
