Logo Header Antaranews Jogja

Harga minyak anjlok

Jumat, 30 Desember 2022 06:04 WIB
Image Print
Arsip foto - Peralatan pemrosesan karbon dioksida, minyak mentah, dan air terlihat di proyek enhanced oil recovery (EOR) Occidental Petroleum Corp di Hobbs, New Mexico, AS pada 3 Mei 2017. ANTARA/Reuters/Ernest Scheyder/pri. (ANTARA/Reuters/Ernest Scheyder)

New York (ANTARA) - Harga minyak anjolok di pasaran pada perdagangan Jumat pagi WIB) di tengah prospek permintaan yang tidak pasti.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari terpangkas 56 sen atau 0,7 persen, menjadi menetap di 78,40 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot 1,0 dolar AS atau 1,2 persen, menjadi ditutup di 82,26 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Pemerintah China membongkar pembatasan pandemi, namun lonjakan infeksi di sana mendorong aturan perjalanan yang lebih ketat bagi pengunjung China di beberapa negara.

Inggris sedang meninjau apakah akan memberlakukan pembatasan pada orang yang datang dari China. Amerika Serikat, Jepang, India, dan Taiwan telah memberlakukan pengujian pada kedatangan dari negara tersebut.

"Minyak mentah tertatih-tatih menjelang akhir tahun dalam perdagangan yang tipis - tidak terinspirasi oleh pencabutan pembatasan COVID di China di tengah meroketnya kasus, dengan sedikit penguatan atau penurunan minyak mentah dalam laporan EIA hari ini," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak jatuh saat ketidakpastian China, permintaan AS batasi kerugian



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026